Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Ahmad Fahrur Rozi yang akrab disapa Gus Fahrur, mengatakan bahwa mendukung penuh langkah Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir, yang bekerja sama dengan Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam upayanya melakukan bersih-bersih terhadap perusahaan pelat merah dari para koruptor.
REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA — Ketua Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) KH Ahmad Fachrur Rozi atau Gus Fahrur menyatakan dukungannya agar Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) dipercepat, menyusul dinamika dan konflik yang belakangan mencuat di kalangan elite PBNU.
Menurut Gus Fahrur, percepatan muktamar memungkinkan dilakukan selama tetap mengikuti mekanisme organisasi yang berlaku. Ia menekankan, keputusan tersebut harus diawali melalui Konsolidasi Nasional (Konbes) PBNU.
“Saya setuju memang sebaiknya muktamar dipercepat sesuai waktu yang memungkinkan dan tidak terlalu lama, tapi harus melalui proses Konbes terlebih dahulu,” ujar Gus Fahrur saat dihubungi Republika, Kamis (22/1/2026).
Ia memperkirakan, apabila seluruh tahapan dapat dilalui dengan baik, Muktamar NU berpeluang digelar pada pertengahan tahun ini."Mungkin selambat-lambat nya bisa dilaksanakan dalam pertengahan tahun ini,”kata dia.
Meski demikian, ia menegaskan, keputusan final tetap berada pada forum resmi PBNU.“Idealnya dilakukan rapat pleno, lalu Konbes untuk menentukan Muktamar,” katanya.
Gus Fahrur juga menanggapi pertanyaan terkait kemungkinan muktamar digelar sebelum peringatan Hari Lahir (Harlah) NU. Menurut dia, semua masih sangat bergantung pada hasil rapat-rapat internal PBNU yang hingga kini belum berjalan.
Saat ditanya apakah sudah ada informasi terkait rapat gabungan PBNU untuk membahas Musyawarah Nasional (Munas) atau Konbes, Gus Fahrur menyebut belum ada agenda yang ditetapkan.“Belum,” ujarnya singkat.

1 hour ago
2















































