REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) RI Erick Thohir menyambut baik gelaran Pocari Sweat Run 2026 yang tahun ini diselenggarakan di dua tempat yaitu di Pulau Lombok dan Kota Bandung. Peran penting ajang ini untuk mengembangkan sport tourism di Tanah Air disampaikan Menpora saat menghadiri konferensi pers Pocari Sweat Run 2026 di Gedung Sasono Utomo Taman Mini Indonesia Indah (TMII) Jakarta Timur, Kamis (22/1/2026) siang.
Menpora merujuk data ajang lari ternama New York Marathon dengan hampir 55 ribu peserta yang memiliki dampak ekonomi mencapai Rp11 triliun. Ada pula Tokyo Marathon dengan 45 ribu peserta yang mencatatkan dampak ekonomi hingga Rp7 triliun. Ia pun berkeyakinan Pocari Sweat Run bisa menjadi agenda lari terkenal yang mendunia sehingga dijadikan tujuan lari favorit oleh para penikmat lari dari berbagai negara.
“Pengeluaran para peserta setelah mengikuti lomba maraton ini, seperti berwisata atau kuliner, memberikan dampak ekonomi yang terasa. Nah, kita sebagai negara yang mempunyai jumlah penduduk besar dan alam yang luar biasa cantiknya, punya potensi untuk itu,” kata Menpora Erick.
Dalam konferensi pers yang juga dihadiri oleh Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Enik Ermawati, Utusan Khusus Presiden Bidang Pembinaan Generasi Muda dan Pekerja Seni Raffi Ahmad, dan Direktur Utama Injourney Maya Watono, Menpora juga mengapresiasi peran sektor swasta untuk bersinergi memajukan sport tourism.
“Karena itu saya apresiasi ketika ada sektor swasta seperti Pocari Sweat yang bisa mengintervensi potensi ini menjadi sebuah kegiatan yang tidak hanya menyehatkan masyarakat, tetapi juga bagaimana ekonominya bisa ikut naik. Tidak hanya berdiri sendiri, kalau bisa maraton di Bandung dan Lombok ini bisa menjadi sirkuit maraton. Kalau bisa paling tidak kita memiliki lima maraton di Indonesia, supaya ketika mereka datang, bisa juga menjadi gimik seperti poin kolektif, seperti mengikuti maraton-maraton di dunia,” kata Menpora Erick.
Selain mendorong perekonomian, majunya sport tourism juga bisa meningkatkan indeks olahraga Indonesia yang sejauh ini masih berkutat di angka 15 persen.
“Kita kembangkan sport industry dan sport tourism. Kita upayakan bagaimana indeks olahraga kita naik. Di kita, dengan banyaknya penduduk usia muda, indeks olahraganya 15 persen, bandingkan dengan Jepang di mana banyak warganya yang sudah berusia lanjut tapi indeks olahraganya di atas 60 persen. Saya yakin dengan hadirnya event olahraga yang menarik masyarakat seperti ini, maka mendorong masyarakat untuk mau berolahraga,” jelas Menpora.
Direktur Pemasaran PT Amerta Indah Otsuka Puspita Winawati selaku pihak penyelenggara Pocari Sweat Run menjelaskan, ajang tersebut hadir untuk mendorong lebih banyak orang mengadopsi gaya hidup sehat melalui berlari.
Ajang yang dimulai sejak tahun 2014 itu, kata dia, digelar secara berkelanjutan dengan jumlah peserta yang terus meningkat, dari tahun awal sebanyak 5.150 orang menjadi 55.435 orang pada 2025.
Pihaknya menargetkan Pocari Sweat Run 2026 diikuti sebanyak 60.000 orang terdiri atas 10.000 peserta di Lombok dan 35.000 peserta di Bandung dan yang ikut dari berbagai wilayah (virtual) sebanyak 15.000 orang.
"Registrasi untuk Lombok dibuka 27 Januari 2026 pukul 12.00. Sementara registrasi untuk Bandung dibuka pada 2 Februari. Lari di Lombok akan berlangsung pada 11-12 Juli berdasarkan masukan peserta karena bulan itu lebih segar dengan adanya angin dari Australia. Sementara event di Bandung akan digelar 19-20 September," kata Wina.
Winawati berharap ajang tersebut terus berkembang pesat dengan semakin banyak jumlah peserta. Ini agar ajang ini semakin berdampak besar terhadap lesehatan masyarakat maupun memacu pertumbuhan sport tourism Indonesia.
"Silakan yang ingin war tiket bersiap-siap pantengin karena tahun lalu dalam satu jam tiket sudah habis," ujar Wina.

2 hours ago
3















































