Durasi Film Terlalu Lama? Bos Bioskop Sebut tak Lagi Relevan Bagi Penonton Modern

2 hours ago 1

Karakter Varang dalam film Avatar: Fire and Ash. Film ini berdurasi tiga jam 15 menit. Durasu film yang panjang dinilai tidak relevan dengan penonton modern dan menjadi masalah bagi bioskop.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Clare Binns, pimpinan salah satu jaringan bioskop terkemuka Picturehouse Cinemas, menyatakan bahwa durasi film yang panjang tidak relevan dengan penonton modern dan menjadi masalah bagi bioskop. Untuk itu, dia menyerukan agar film-film yang dirilis memiliki durasi lebih pendek untuk menarik minat penonton.

"Saya berbicara dengan para produser dan mengatakan, 'sampaikan kepada sutradara bahwa film dibuat untuk penonton, bukan untuk sutradara'. Memang ada pengecualian. Tapi dari banyak film yang saya tonton, saya suka berpikir bahwa 20 menit dari film tersebut bisa dipangkas. Tidak ada keharusan film berdurasi sepanjang itu," kata dia seperti dilansir NME, Selasa (20/1/2026).

Dalam beberapa waktu terakhir, ada banyak rilisan film Hollywood yang berdurasi lebih dari dua jam. Terbaru, Avatar: Fire And Ash yang berdurasi tiga jam 15 menit. Selain itu, beberapa film lain juga memiliki durasi panjang, seperti Marty Supreme dengan waktu tayang dua jam 29 menit, F1: The Movie berdurasi dua jam 35 menit, serta One Battle After Another yang mencapai dua jam 41 menit. Jika ditambah iklan dan trailer sebelum pemutaran, total waktu yang harus dihabiskan penonton di bioskop mendekati tiga jam.

Binns mengungkapkan durasi yang panjang membatasi jumlah penayangan film dalam sehari, khususnya pada jam malam. Hal ini, menurutnya, berdampak langsung pada jumlah penonton yang bisa datang ke bioskop.

"Itu berarti hanya ada satu jadwal tayang di malam hari. Ini harus menjadi peringatan bagi para sutradara. Jika mereka ingin filmnya diputar di bioskop, penonton harus merasa nyaman dengan komitmen waktu yang diminta," kata dia.

Meski demikian, Binns menilai kondisi industri bioskop saat ini jauh membaik dibandingkan dua tahun lalu. la menyebut hubungan antara bioskop dan layanan streaming kini lebih bersifat kolaboratif.

"Dua tahun terakhir sangat berat bagi bioskop. Selama pandemi Covid, semua orang terbiasa duduk di sofa dan menonton layanan streaming. Namun hal itu mulai berubah. Kami kini bekerja sama dengan platform streaming untuk membawa kembali penonton ke bioskop," kata dia.

Read Entire Article
Politics | | | |