Elon Musk Tegaskan Akan Bertahan di Gedung Putih hingga Misi DOGE Tuntas

21 hours ago 3

loading...

Elon Musk dan Donald Trumph. FOTO/ Rolling Stones

TEXAS - Gedung Putih telah membantah laporan bahwa miliarder teknologi sekaligus CEO Tesla dan SpaceX Elon Musk akan meninggalkan perannya sebagai pegawai khusus pemerintah sebelum masa jabatannya berakhir pada akhir Mei.

Menurut juru bicara Gedung Putih Karoline Leavitt, Presiden Donald Trump telah menyatakan bahwa Musk akan meninggalkan layanan publik sebagai pegawai pemerintah khusus ketika pekerjaannya di Departemen Efisiensi Pemerintah (DOGE) selesai.

Leavitt mengatakan ini sebagai tanggapan terhadap laporan media seperti Politico dan ABC yang mengklaim bahwa Trump telah memberi tahu anggota kabinet tentang kemungkinan Musk kembali ke sektor swasta.

Trump sebelumnya menugaskan Musk untuk memimpin upaya melalui Departemen Efisiensi Pemerintah untuk mengurangi pengeluaran pemerintah dan merombak birokrasi federal.

Musk dilaporkan yakin dapat mencapai target pemangkasan anggaran sebesar USD1 triliun dalam waktu 130 hari masa jabatannya.

Namun, DOGE dilaporkan hanya berhasil menghemat pengeluaran pemerintah sebesar USD140 miliar per 2 April.

Hal ini terjadi melalui pengurangan karyawan, penjualan aset, dan pembatalan kontrak dan jauh dari target awal.

Lebih jauh lagi, situs web resmi DOGE sering menemukan kesalahan dalam perhitungan dan koreksi data.

Kontroversi juga muncul ketika hampir 200.000 pegawai pemerintah dipecat, dirumahkan, atau menerima skema pemutusan hubungan kerja sukarela.

Tindakan tersebut memicu protes publik di seluruh Amerika Serikat, dengan beberapa cabang Tesla juga menjadi sasaran vandalisme.

Protes besar-besaran terhadap kebijakan DOGE dan agenda Trump dijadwalkan berlangsung Sabtu ini.
Mandat DOGE secara keseluruhan akan berakhir pada 4 Juli 2026.

(wbs)

Read Entire Article
Politics | | | |