Gen Z Dongkrak Transaksi Tabungan Emas Digital Pegadaian hingga 14 Juta Transaksi

2 hours ago 3

Pembelian emas fisik secara digital melalui Tabungan Emas Pegadaian menunjukkan tren positif sepanjang 2025. (ilustrasi)

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pembelian emas fisik secara digital melalui Tabungan Emas Pegadaian menunjukkan tren positif sepanjang 2025. Hingga akhir tahun lalu, transaksi tercatat menembus 14 juta dengan nilai penjualan hampir Rp 25 triliun.

Capaian tersebut tumbuh 262 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan harga emas ikut mendorong minat masyarakat beralih ke emas sebagai instrumen investasi.

Kepala Divisi Bisnis Bulion Pegadaian Kadek Eva Suputra mengatakan, emas dipilih karena dinilai mampu melindungi nilai di tengah ketidakpastian ekonomi global. “Kenaikan harga emas mendorong minat masyarakat menjadikan emas sebagai instrumen pelindung nilai di tengah ketidakpastian ekonomi dan krisis global,” ujar Kadek Eva Suputra kepada Republika, Rabu (11/2/2026).

Jumlah pengguna Tabungan Emas Pegadaian juga terus bertambah. Hingga awal 2026, jumlah nasabah tercatat lebih dari 5 juta orang.

Pertumbuhan nasabah didorong kemudahan layanan digital. Transaksi dapat dilakukan secara fleksibel dan terjangkau melalui aplikasi Tring by Pegadaian.

Pembeli emas digital berasal dari berbagai kelompok usia. Nasabah ritel dari generasi baby boomers, Generasi X, milenial, hingga Generasi Z tercatat aktif bertransaksi.

Sepanjang 2025, Generasi Z menjadi kelompok dengan pertumbuhan tertinggi. Pertumbuhannya mencapai 116 persen dibandingkan tahun sebelumnya.

Kadek Eva menyebut, minat Generasi Z dipengaruhi kemudahan layanan digital. Selain itu, nilai transaksi Tabungan Emas relatif terjangkau. “Nilai transaksi Tabungan Emas dapat dimulai dari Rp 10 ribu. Seluruh proses bisa dilakukan secara digital,” ujar Kadek Eva.

Tabungan Emas menjadi salah satu produk unggulan Pegadaian. Produk ini berkontribusi besar dalam ekosistem layanan Bank Emas Pegadaian.

Hingga awal 2026, Tabungan Emas mencatatkan kelolaan lebih dari 18 ton emas. Jumlah nasabah mencapai lebih dari 5,3 juta orang.

Pegadaian menilai prospek emas digital masih positif sepanjang 2026. Minat masyarakat terhadap emas diperkirakan terus meningkat seiring naiknya literasi keuangan dan transaksi digital.

Read Entire Article
Politics | | | |