Golkar Apresiasi Langkah Bahlil Tunda Tarif PNBP Minerba

5 hours ago 8

Politisi Partai Golkar Abdul Rahman Farisi.

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Tekanan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat yang terjadi belakangan ini dinilai perlu direspons secara menyeluruh oleh seluruh otoritas ekonomi nasional.

Sekretaris Bidang Kebijakan Ekonomi DPP Partai Golkar, Abdul Rahman Farisi, mendorong pemerintah untuk menjadikan kondisi ini sebagai momentum memperkuat struktur ekonomi Indonesia dari dalam.

"Kita harus menyikapi perkembangan ekonomi ini dengan tenang, seksama, dan bijak, baik dari sisi moneter maupun fiskal," tegasnya, Rabu (13/5/2026).

Tercatat rupiah melemah 5,63 persen secara tahunan, berada di kisaran Rp17.500 per dolar AS tekanan yang menurut Abdul Rahman perlu dihadapi dengan kebijakan yang terukur. Abdul Rahman pun mendorong Bank Indonesia untuk terus mengoptimalkan instrumen kebijakan moneter yang dimiliki demi menjaga kepercayaan pasar terhadap rupiah.

"Bagi otoritas moneter, ini penting menjadi target kebijakan, yakni bagaimana melakukan upaya untuk memperkuat kembali rupiah, apakah melalui penjualan dolar atau membeli rupiah sehingga nilai tukar bisa terkoreksi," kata Abdul Rahman yang pernah menjadi dosen di Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin ini.

Dari sisi fiskal, ia mengingatkan pentingnya antisipasi terhadap dampak pelemahan rupiah terhadap asumsi makro APBN 2026 terutama mengingat adanya peringatan dari kalangan ekonom mengenai potensi tekanan defisit APBN yang bisa membesar akibat pelemahan rupiah dan fluktuasi harga minyak.

"Pemerintah harus menghitung secara cermat pengaruh pelemahan rupiah terhadap penerimaan negara dan keseimbangan APBN. Asumsi Makro APBN 2026 asalah Rp 16.500/Dollar AS Karena itu pemerintah perlu memiliki berbagai skenario, baik skenario utama maupun contingency plan," ujarnya.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |