loading...
Jajaran manajemen Geely Auto Indonesia saat memaparkan peta jalan strategis 2026 di Tangerang, Selasa (20/1/2026), yang menargetkan peningkatan komponen lokal hingga 60 persen dan perluasan jaringan ke 80 lokasi. Foto: Geely Indonesia
JAKARTA - Memasuki tahun kedua pasca-kembali ke pasar otomotif Tanah Air, Geely Auto Indonesia tidak memilih langkah konservatif. Sebaliknya, raksasa otomotif asal Hangzhou, China ini langsung tancap gas dengan strategi agresif yang menyasar jantung industri: pendalaman lokalisasi produksi.
Dalam pengumuman strategisnya di Tangerang, Selasa (20/1/2026), Geely menetapkan target ambisius untuk mencapai Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) hingga 60 persen, angka yang diproyeksikan akan menempatkan mereka sebagai merek otomotif China dengan kandungan lokal tertinggi di Indonesia.
Langkah ini bukan sekadar pemenuhan regulasi, melainkan sinyal kuat komitmen jangka panjang Geely untuk mengakar di ekosistem industri nasional.
Setelah resmi beroperasi kembali pada awal 2025, tahun 2026 dicanangkan sebagai fase akselerasi pertumbuhan yang bertumpu pada tiga pilar utama: inovasi produk, kapasitas produksi, dan infrastruktur layanan.
Industrialisasi dan Target TKDN 60 Persen

Vice President of Geely Automobile International Corporation, Evin Ye, menegaskan bahwa lokalisasi adalah kunci keberlanjutan bisnis. "Tahun ini, kami terus memperkuat komitmen tersebut melalui peningkatan TKDN hingga 60 persen untuk produk yang telah dirakit lokal. Kami menargetkan Geely menjadi brand otomotif China dengan TKDN tertinggi di pasar Indonesia," ujar Evin.
Realisasi target ini didukung oleh fasilitas perakitan di PT Handal Indonesia Motor, Purwakarta, Jawa Barat.
Pabrik ini kini menjadi denyut nadi operasional Geely dengan kapasitas produksi mencapai 60 kendaraan per hari.
















































