Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen), Abdul Muti melakukan kunjungan kerja di Kabupaten Tuban, Jawa Timur, Ahad (11/1/2026).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kesejahteraan guru adalah fondasi utama bagi tegaknya pilar peradaban bangsa, sebab di tangan para pendidik yang sejahtera dan dihargai, kualitas masa depan generasi muda dipertaruhkan. Tanpa jaminan hidup yang layak dan apresiasi yang memadai, semangat pengabdian di ruang-ruang kelas terancam pudar, menjadikan peningkatan kesejahteraan guru sebagai investasi kemanusiaan paling krusial yang tidak bisa ditawar lagi oleh negara.
Menjawab tantangan tersebut, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu'ti menegaskan komitmen pemerintah melalui sejumlah target prioritas pada Tahun Anggaran 2026. Fokus utama kementerian kini tertuju pada peningkatan kesejahteraan sekaligus penguatan kompetensi para pahlawan tanpa tanda jasa ini.
“Kemendikdasmen akan terus mengupayakan pendidikan bermutu untuk semua dengan berbagai program pada Tahun Anggaran 2026,” ujar Abdul Mu'ti dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (22/1/2026).
Konsep pendidikan bermutu yang diusung bukan sekadar soal kelengkapan fasilitas, melainkan terciptanya sistem pembelajaran yang mampu menggali potensi terbaik setiap siswa secara adil dan merata. Pendidikan bermutu berarti menghadirkan kurikulum yang adaptif, lingkungan sekolah yang aman, serta proses belajar yang tidak hanya mengejar nilai akademis, tetapi juga pembentukan karakter dan nalar kritis yang tajam.
Secara lebih luas, pendidikan bermutu menuntut adanya standar yang konsisten di seluruh pelosok negeri, sehingga anak di pelosok memiliki kesempatan yang sama dengan anak di kota besar untuk mengakses ilmu pengetahuan terbaru. Hal ini mencakup ketersediaan bahan ajar yang relevan dengan perkembangan zaman serta dukungan teknologi yang menunjang efektivitas interaksi antara guru dan murid.
Inti dari pendidikan bermutu adalah keberpihakan pada keberhasilan peserta didik dalam jangka panjang. Artinya, sistem pendidikan harus mampu mencetak lulusan yang tidak hanya siap kerja, tetapi juga memiliki ketangguhan moral dan kreativitas untuk menjawab tantangan global di tahun 2026 yang semakin kompleks.
Untuk mewujudkan hal tersebut, Kemendikdasmen merencanakan pelatihan bagi 119.888 guru dan tenaga kependidikan yang mencakup bidang pembelajaran mendalam, bimbingan konseling, STEM, hingga literasi dan numerasi. Langkah ini diambil sebagai respons atas tantangan kompetensi guru di masa depan, di mana pendidik kini harus berhadapan dengan ledakan kecerdasan buatan (AI) dan otomatisasi yang mengubah cara informasi diserap. Guru dituntut tidak lagi menjadi sekadar sumber informasi, melainkan mentor yang mampu mengajarkan etika teknologi dan literasi digital kepada siswa.
sumber : Antara

1 hour ago
2















































