IHSG Terkoreksi Hampir 20 Persen, Jumlah Investor Saham Justru Naik 30 Persen

1 hour ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan laporan perkembangan industri pasar modal Indonesia pada April 2026. Tercatat, kinerja Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi hampir 20 persen sejak awal tahun 2026 hingga April 2026. Namun, di sisi lain, OJK mencatat jumlah investor saham justru meningkat hingga 30 persen.

“Pasar saham domestik pada April 2026 masih terlihat bergerak dinamis, sejalan dengan tingginya ketidakpastian global dan berlanjutnya volatilitas pasar keuangan secara global. IHSG tercatat ditutup pada level 6.956,80 per akhir April 2026 atau terkoreksi sebanyak 1,3 persen secara month to month(mtm) atau telah terkoreksi sebanyak 19,55 persen secara year to date (ytd),” ungkap Kepala Eksekutif Pasar Modal, Keuangan Derivatif, dan Bursa Karbon OJK Hasan Fawzi dalam konferensi pers Rapat Dewan Komisioner (RDK) Bulan Mei 2026 yang digelar secara daring, Selasa (5/5/2026). 

Meski IHSG mengalami pelemahan, Hasan menuturkan, resiliensi dan likuiditas di pasar modal domestik secara keseluruhan tetap positif. Rata-rata spread atau rentang antara bid dan ask di pasar saham domestik pada April tetap berada di level yang rendah, yaitu sebesar 1,33 kali, menunjukkan likuiditas pasar tetap terjaga dengan baik. 

Adapun di pasar obligasi, Indonesia Composite Bond Index atau ICBI pada akhir April 2026 ditutup pada level 436,38 atau naik 0,74 persen (mtm). Perkembangan tersebut didukung oleh penurunan yield Surat Berharga Negara (SBN) rata-rata sebesar 3,9 bps (mtm), mencerminkan resiliensi pasar obligasi domestik. Investor non-resident mencatat net buy di pasar SBN sebesar Rp 8,8 triliun secara month to date (mtd) per 29 April 2026. 

Industri pengelolaan investasi juga disebut tetap mencatatkan kinerja positif sepanjang berjalannya tahun 2026 atau hingga April 2026. Nilai Aktifa Bersih (NAB) reksadana mencapai angka Rp 711,89 triliun, atau tumbuh positif sebesar 2,32 persen (mtd) dan juga tumbuh positif 5,41 persen (ytd). OJK menilai, kinerja industri reksadana yang tetap terjaga ditopang oleh kecenderungan investor reksadana untuk tetap melakukan subscription, dengan angka net subscription sebesar Rp 8,11 triliun (mtd) dan total sebesar Rp 37,24 triliun (ytd). 

Hasan menyampaikan pula perkembangan jumlah investor di pasar modal Indonesia. Menurut catatannya, peningkatan jumlah investor pasar modal cukup tinggi hingga mencapai 30 persen dalam empat bulan pertama tahun 2026.  

“Jumlah investor di pasar modal dalam negeri juga terus melanjutkan tren peningkatan signifikan dengan kembali mendapat penambahan sebanyak 1,74 juta investor baru month to monthdi bulan April 2026. Sehingga secara total jumlah investor kita telah mencapai angka 26,49 juta atau telah tumbuh sebesar 30,06 persen year to date,” ungkapnya.  

Read Entire Article
Politics | | | |