Israel Telah Tewaskan 9.000 Warga Lebanon

15 hours ago 7

REPUBLIKA.CO.ID, BEIRUT – Pasukan pendudukan Israel melancarkan serangkaian serangan udara, serangan artileri, dan ledakan baru di seluruh wilayah Lebanon selatan pada Ahad dini hari, melanjutkan serangan berulang meskipun ada ketentuan gencatan senjata.

Menurut laporan media Lebanon, pesawat tempur Israel menghantam dataran tinggi Ali al-Taher dan sekitarnya, sementara serangan udara lainnya menyasar kawasan di dekat dataran tinggi al-Dabsha ke arah Doha Kafr Rumman.

Secara bersamaan, artileri Israel menargetkan kawasan di sekitar Ali al-Taher dan al-Dabsha, sementara tembakan artileri tambahan menghantam kota al-Mansouri. Pasukan pendudukan Israel juga melakukan dua ledakan di kota Hadatha dan Taybeh di Lebanon selatan.

Serangan terbaru ini menyusul serangkaian serangan Israel di Lebanon selatan dalam beberapa hari terakhir, yang mencakup serangan udara, tembakan artileri, dan operasi penghancuran.

Israel terus melancarkan operasi militer di seluruh wilayah Lebanon selatan meskipun terdapat kesepakatan gencatan senjata, dengan berulang kali menyasar desa, kota, serta perbukitan di sekitarnya.

Serangan-serangan tersebut mencakup serangan udara oleh pesawat tempur dan pesawat nirawak (drone), tembakan artileri, penghancuran serta perataan rumah dan infrastruktur menggunakan buldoser, hingga pembakaran lahan pertanian.

Kawasan dataran tinggi Ali al-Taher menjadi wilayah yang sangat diperebutkan dalam beberapa hari terakhir, di mana serangan Israel berulang kali menyasar posisi strategis tersebut serta permukiman di sekitarnya.

Serangan yang terus berlanjut ini terjadi di tengah berlangsungnya negosiasi antara Lebanon dan Israel mengenai pengaturan keamanan serta penarikan pasukan Israel dari wilayah Lebanon.

Sementara itu, Kementerian Kesehatan Masyarakat Lebanon merilis data terbaru mengenai jumlah korban akibat serangan Israel terhadap negara tersebut.

Menurut kementerian itu, sebanyak 4.348 orang tewas dan 12.307 orang terluka antara tanggal 2 Maret dan 21 Agustus 2026, selama perluasan terbaru operasi militer Israel terhadap Lebanon.

Kementerian tersebut menyatakan bahwa jumlah kumulatif korban sejak 8 Oktober 2023 kini mencapai 8.915 orang tewas dan 30.543 orang terluka.

Read Entire Article
Politics | | | |