Jakarta Kebanjiran, Pramono Salahkan Warga Masih Buang Sampah Sembarangan

1 hour ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Seratusan wilayah rukun tetangga (RT) di Jakarta dilaporkan masih terendam banjir pada Jumat (23/1/2026) sore. Banjir itu terjadi setelah hujan yang terus-menerus mengguyur Jakarta sejak Kami (22/1/2026).

Gubernur Jakarta Pramono Anung mengatakan, curah hujan ekstrem yang melanda menjadi penyebab utama banjir terjadi sejak Kamis lalu. Namun, kondisi alam itu dinilai bukan satu-satunya penyebab banjir di ibu kota. 

"Saudara-saudara sekalian, yang paling utama selain cuaca ekstrem, tentunya ada persoalan-persoalan internal yang terjadi di Jakarta," kata dia di Balai Kota Jakarta, Jumat. 

Menurut dia, persoalan internal itu menjadi salah satu hal yang memperparah banjir di Jakarta. Faktor internal itu antara lain adalah kebiasaan orang membuang sampah sembarangan dan membangun rumah di bantaran sungai.

"Apa itu salah satunya? Orang masih buang sampah sembarangan, orang masih membangun di atas bantaran sungai. Itu u yang sebenernya udah nggak boleh lagi," ujar Pramono. 

Sementara itu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Provinsi Jakarta terus berupaya mengurangi risiko banjir melalui penanganan sampah di badan air secara menyeluruh. Penanganan itu dilakukan mulai dari hulu hingga hilir. 

Kepala DLH Provinsi Jakarta, Asep Kuswanto, mengatakan salah satu upaya yang dilakukan adalah mengoptimalkan pengoperasian Saringan Sampah TB Simatupang (SSTBS) sebagai penyaring awal sampah kiriman sebelum memasuki aliran sungai di wilayah Jakarta. Pasalnya, peningkatan intensitas hujan berpotensi membawa sampah dari wilayah hulu dan menyebabkan penyumbatan sungai maupun saluran air.

“Melalui SSTBS, material padat seperti plastik, kayu, dan jenis sampah lainnya dapat tertahan sejak awal. Sampah yang terkumpul kemudian diangkut secara berkala oleh petugas agar tidak terjadi penumpukan dan aliran air tetap lancar,” kata Asep.

Menurut dia, penanganan itu menjadi bagian penting dari strategi pengelolaan sampah badan air sejak titik perbatasan kota. Dengan demikian, penanganan sampah pada musim hujan dapat dilakukan lebih cepat, efektif, dan berkelanjutan.

Read Entire Article
Politics | | | |