Jasindo menjalin kerja sama dengan Perbanas Institute menjalankan program literasi asuransi yang menyasar mahasiswa.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — PT Asuransi Jasa Indonesia (Jasindo) menilai tingkat literasi asuransi masyarakat masih belum sepenuhnya sejalan dengan pertumbuhan akses layanan keuangan. Untuk mendorong peningkatan pemahaman tersebut, Jasindo menggandeng Perbanas Institute menjalankan program literasi asuransi dan manajemen risiko yang menyasar kalangan mahasiswa.
Sekretaris Perusahaan Asuransi Jasindo Brellian Gema mengatakan, peningkatan literasi asuransi menjadi fokus perusahaan guna membangun kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pengelolaan risiko.
“Upaya meningkatkan literasi asuransi terus menjadi fokus Jasindo dalam membangun masyarakat yang semakin sadar akan pentingnya pengelolaan risiko,” ujar Brellian dalam siaran pers, Kamis (12/2).
Menurutnya, kolaborasi dengan institusi pendidikan menjadi langkah strategis untuk membangun pemahaman jangka panjang, khususnya di kalangan generasi muda yang akan menjadi pengambil keputusan di masa depan.
Brellian menilai edukasi pengelolaan risiko penting di tengah dinamika ekonomi yang semakin cepat, mobilitas tinggi, serta ketidakpastian yang kian kompleks. Ia menegaskan, literasi asuransi bukan sekadar pengenalan produk keuangan, tetapi bagian dari pembentukan pola pikir dalam merencanakan masa depan.
“Ini bukan sekadar kegiatan literasi, tetapi investasi jangka panjang untuk membentuk pola pikir yang lebih matang dalam menyikapi risiko kehidupan,” katanya.
Jasindo berharap program ini dapat memperluas pemahaman mahasiswa mengenai manfaat proteksi risiko, sekaligus mendorong kesiapan generasi muda menghadapi tantangan ekonomi dan persaingan global.

2 hours ago
2














































