Jennifer dan Hayato Jadi Simbol Persahabatan Indonesia-Jepang Lewat Konservasi Orangutan

1 hour ago 5

REPUBLIKA.CO.ID, EHIME -- Jennifer, orangutan Kalimantan betina yang didatangkan dari Taman Safari Indonesia melalui International Collaborative Breeding Loan Program, secara resmi diperkenalkan kepada publik Jepang bersama Hayato, orangutan Kalimantan jantan yang lahir di Jepang. Perkenalan tersebut berlangsung dalam acara Orangutan Jennifer & Hayato Unveiling Ceremony di Tobe Zoo, Prefektur Ehime, Jepang, Sabtu (6/6/2026).

Hadir dalam kegiatan ini Gubernur Prefektur Ehime, Tokihiro Nakamura; Ketua Ehime Zoo Association, Tadashi Murakami; Wali Kota Tobe, Takahiro Furutani; perwakilan Ehime Prefectural Assembly dan Tobe Zoo; serta masyarakat Prefektur Ehime.

Duta Besar RI untuk Jepang Nurmala Kartini P Sjahrir, dalam sambutan yang dibacakan oleh Atase Kehutanan KBRI Tokyo Ima Yudin Rayaningtyas, menyampaikan kegiatan ini tidak hanya menjadi simbol kerja sama konservasi satwa liar Indonesia-Jepang, tetapi juga sarana mempererat persahabatan kedua negara melalui konservasi, edukasi lingkungan, dan pengenalan keanekaragaman hayati Indonesia kepada masyarakat Jepang.

"Sebagai salah satu negara mega-biodiversity dunia, Indonesia memandang konservasi satwa liar sebagai tanggung jawab bersama yang memerlukan kolaborasi lintas negara. Program breeding loan orangutan antara Indonesia dan Jepang merupakan contoh nyata kerja sama internasional dalam mendukung upaya konservasi spesies yang terancam punah. Kami berharap Jennifer dan Hayato dapat tumbuh sehat, beradaptasi dengan baik, serta menjadi duta konservasi sekaligus simbol persahabatan Indonesia-Jepang," ujar Dubes Kartini dalam siaran pers KBRI Tokyo yang diterima Republika, Sabtu.

Selain Ima Yudin Rayaningtyas, perwakilan KBRI Tokyo yang hadir di Tobe Zoo adalah Koordinator Fungsi Politik KBRI Tokyo, Titik Nahilal Hamzah, dan Penata Kanselerai Madya KBRI Tokyo, Elvitria Intan Novita.

Dubes Kartini juga menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Prefektur Ehime, Pemerintah Kota Tobe, Tobe Zoo, Kementerian Kehutanan RI, Taman Safari Indonesia, serta seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam mewujudkan program kerja sama ini.

Pada kesempatan yang sama, Gubernur Prefektur Ehime, Tokihiro Nakamura, menyampaikan apresiasi atas dukungan Pemerintah Indonesia dan Taman Safari Indonesia dalam menghadirkan Jennifer ke Tobe Zoo. Ia menegaskan kehadiran Jennifer memiliki arti penting bagi Prefektur Ehime, tidak hanya dalam mendukung program pengembangbiakan orangutan, tetapi juga dalam mempererat hubungan persahabatan antara masyarakat Jepang dan Indonesia.

"Jennifer akan kami rawat dengan sebaik-baiknya. Kami berharap Jennifer dan Hayato dapat hidup sehat, saling beradaptasi dengan baik, dan pada saatnya nanti berkontribusi pada keberhasilan pengembangbiakan orangutan," ujar Gubernur Nakamura.

Gubernur Nakamura menambahkan Pemerintah Prefektur Ehime membuka kesempatan bagi masyarakat untuk turut berkontribusi melalui donasi. Dukungan tersebut akan dimanfaatkan untuk memperkuat fasilitas dan pengelolaan yang diperlukan dalam mendukung program pengembangbiakan satwa liar lintas negara.

Ketua Ehime Zoo Association, Tadashi Murakami, menyampaikan kehadiran Jennifer merupakan momentum penting bagi Tobe Zoo dan Ehime Zoo Association dalam memperkuat peran kebun binatang sebagai pusat konservasi, pendidikan, dan kerja sama internasional.

"Kehadiran Jennifer di Tobe Zoo merupakan hasil dari kerja sama dan kepercayaan yang sangat berharga dari Indonesia. Kami berharap pertemuan Jennifer dan Hayato dapat menjadi langkah penting dalam konservasi orangutan, sekaligus simbol persahabatan Indonesia-Jepang," ujar Murakami.

Read Entire Article
Politics | | | |