'Jimat' Sakti yang Bikin Januari Pecahkan Rekor Dunia: Keajaiban Doa Ibu

1 hour ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Ada kekuatan gaib yang tak terlihat mata, namun mampu menembus batas logika dan mengubah kekalahan menjadi kemenangan di panggung internasional. Bukan soal latihan fisik semata, ternyata inilah rahasia paling ampuh di balik kesuksesan atlet Indonesia Januari yang berhasil menggondol medali emas dan memecahkan rekor ASEAN Para Games 2025 Thailand!

Siapa sangka, di balik gemerlap medali dan sorak sorai penonton, atlet para renang ini membeberkan satu-satunya "jimat" yang membuatnya percaya diri melampaui lawan-lawannya. Bukan doping, bukan pula teknologi canggih, melainkan sesuatu yang sangat dekat dengan kehidupan kita sehari-hari. Simak pengakuan mengejutkan Januari tentang kekuatan luar biasa dari doa ibu yang berhasil mengubah takdirnya!

Atlet para renang Indonesia, Januari, mengungkapkan bahwa keberhasilannya meraih medali emas di Thailand tercapai berkat dukungan spiritual yang luar biasa dari sang ibunda. "Alhamdulillah, dukungan dan doa paling ampuh dari ibu yang membuat saya percaya diri untuk memberikan yang terbaik," ujar Januari, dikutip dari keterangan resmi Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Untuk diketahui, para renang atau renang paralimpiade adalah cabang olahraga renang yang dikhususkan bagi atlet penyandang disabilitas fisik. Kompetisi ini diklasifikasikan berdasarkan tingkat disabilitas (kode S, SB, SM) untuk memastikan persaingan yang adil. Januari sendiri bertanding di kelas S5, sebuah kategori untuk atlet dengan keterbatasan fisik yang signifikan pada bagian tubuh tertentu, seperti kelumpuhan sebagian tubuh atau amputasi.

Dalam laga final yang menegangkan, Januari sukses merebut emas pada nomor 200 meter gaya bebas S5 putra dengan catatan waktu impresif dua menit 49,83 detik. Ia berhasil melampaui atlet Malaysia M Nur Syaiful dan wakil Thailand Phuchit Aingchaiyap. Pria asal Pontianak, Kalimantan Barat, itu juga memecahkan rekor ASEAN Para Games sebelumnya yang berada di angka dua menit 51,20 detik.

Keuntungan memecahkan rekor ASEAN Para Games tidak hanya sekadar soal catatan waktu di atas kertas, melainkan penanda dominasi atlet di kelasnya. Rekor baru ini menegaskan bahwa Januari adalah yang terbaik di Asia Tenggara untuk nomor tersebut, sekaligus membuka peluangnya untuk mendapatkan pengakuan di level yang lebih tinggi seperti Asian Para Games, Kejuaraan Dunia, bahkan Paralimpiade. Ini adalah validasi bahwa kerja kerasnya telah melampaui standar kompetisi regional.

Pencapaian ini juga membuat Januari berhasil menunaikan target pribadinya, meskipun dari Komite Paralimpiade Nasional (NPC) Indonesia, ia hanya diminta memberikan yang terbaik tanpa target muluk-muluk. "Saya sempat gugup, tetapi yakin. Akhirnya berhasil emas yang menjadi target pribadi. Terima kasih doa dan dukungan dari seluruh bangsa Indonesia," tutur pria berusia 22 tahun itu.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |