KA Ranggajati Pakai Kereta Stainless Steel New Generation Resmi Beroperasi

7 hours ago 7

Jejeran kursi dalam Kereta Ekonomi Stainless Steel New Generation.

REPUBLIKA.CO.ID, CIREBON -- Kereta Api Ranggajati kini tampil lebih modern dengan menggunakan rangkaian kereta Stainless Steel New Generation. Kereta itu dioperasikan mulai Ahad (11/1/2026). KA Ranggajati melayani relasi Cirebon – Jember (PP) dan berhenti di sejumlah stasiun besar strategis seperti Purwokerto, Yogyakarta, Solo Balapan, Surabaya Gubeng, hingga Probolinggo. Kereta berangkat dari Stasiun Cirebon pukul 07.00 WIB dan dari Stasiun Jember pukul 05.45 WIB.

Rangkaian kereta Stainless Steel New Generation itu memiliki konstruksi yang lebih kokoh, tahan lama, serta mendukung efisiensi energi dan operasional. Selain menghadirkan tampilan yang lebih modern, pembaruan ini juga dirancang untuk meningkatkan kenyamanan penumpang selama perjalanan jarak jauh.

KA Ranggajati dengan rangkaian terbaru itu memiliki kapasitas total 560 tempat duduk, terdiri dari 200 tempat duduk kelas eksekutif dan 360 tempat duduk kelas ekonomi. Rangkaian kereta itu memiliki empat kereta eksekutif, lima kereta ekonomi, serta satu kereta makan.

Fasilitas unggulannya meliputi kursi captain seat ergonomis dengan fitur reclining dan revolving, bagasi yang lebih luas, pintu elektrik, pencahayaan interior yang optimal, serta electric socket dan USB port di setiap kursi. Fasilitas toilet juga ditingkatkan dengan penggunaan kloset duduk, wastafel, dan hand dryer.

Vice President PT KAI Daop 3 Cirebon, Sigit Winarto, berharap, pembaruan sarana KA Ranggajati itu mampu memberikan pengalaman perjalanan yang semakin nyaman bagi masyarakat. “Perubahan sarana pada KA Ranggajati itu diharapkan dapat menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih nyaman,” ujar Sigit.

Kereta Api Ranggajati pertama kali dioperasikan pada 1 November 2016. Pada tahun 2025, jumlah penumpang KA Ranggajati tercatat sebanyak 266.063 orang. Kehadiran sarana baru ini diyakini dapat semakin meningkatkan minat masyarakat serta okupansi penumpang, khususnya di wilayah Daop 3 Cirebon.

Read Entire Article
Politics | | | |