Kapal Induk AS USS Lincoln Lintasi Selat Malaka Menuju Timur Tengah

1 hour ago 2

Kapal induk USS Abraham Lincoln. Kapal pembawa pesawat tempur itu dilaporkan tiba di Timur Tengah pada Akhir Januari 2026.

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Kapal induk Amerika Serikat (AS) Abraham Lincoln dilaporkan telah melintasi Selat Malaka yang memisahkan Malaysia dan Indonesia menuju Timur Tengah. Pergerakan kapal induk yang didampingi kapal perang dan pesawat tempur itu di tengah kekhawatiran bahwa AS masih berniat menyerang Iran.

Dilansir Newsweek, citra yang dibagikan oleh pengintai kapal di Singapura menunjukkan USS Abraham Lincoln berlayar melewati negara Asia Tenggara pada Ahad di bawah naungan kegelapan saat meninggalkan Laut Cina Selatan dan memasuki Selat Malaka. Selat itu menghubungkan Samudera Hindia di barat dengan Samudera Pasifik di timur.

Kapal induk tersebut diperkirakan akan mencapai Timur Tengah dalam waktu 72 jam. Laporan menunjukkan bahwa kapal induk AS menonaktifkan Sistem Identifikasi Otomatis (AIS) saat memasuki Teluk Benggala dan Samudera Hindia, sebuah prosedur keamanan operasional standar.

The New York Times melaporkan Sabtu lalu, mengutip para pejabat AS, bahwa kapal induk “Abraham Lincoln” dan beberapa kapal pendampingnya sedang bergerak dari Laut Cina Selatan ke Timur Tengah, dan diperkirakan tiba dalam waktu sekitar seminggu.

Data yang ditangkap oleh layanan online pelacakan kapal MarineTraffic menunjukkan kapal induk AS transit di Selat Malaka di jalur barat laut, mencapai perairan dekat Samudera Hindia bagian timur di utara Pulau Sumatra, Indonesia pada hari Selasa.

Berperan sebagai bagian penyerangan, USS Abraham Lincoln dikerahkan bersama kapal perusak USS Spruance, USS Michael Murphy dan USS Frank E Petersen Jr, menurut rilis Angkatan Laut AS pada bulan Desember lalu ketika armada tersebut mengunjungi Guam.

Selain itu, menurut Newsweek, 12 jet tempur F-15 telah tiba di Yordania selama 24 jam terakhir, memicu spekulasi bahwa AS dapat melakukan intervensi di Iran jika kerusuhan terus berlanjut. Pesawat kargo juga telah mendarat di pangkalan militer AS di Diego Garcia, bersama dengan pesawat pengisian bahan bakar di udara. 

Dikatakan bahwa pesawat angkut tersebut telah mengirimkan baterai rudal Patriot untuk melindungi pangkalan dan aset Amerika di Teluk. Analis militer percaya bahwa upaya penguatan udara dan laut ini diperkirakan akan selesai dalam waktu sekitar lima hingga enam hari, sehingga memberi Amerika kemampuan untuk melakukan operasi militer skala besar.

Perkembangan ini terjadi setelah ancaman Presiden AS Donald Trump untuk melancarkan serangan militer terhadap Iran sebagai respons terhadap penanganan protes rakyat yang meletus beberapa waktu lalu.

Read Entire Article
Politics | | | |