Kemarau Panjang, Ratusan Petani Dieng Berjuang Mendapatkan Air

3 hours ago 7

Warga memasang pipa pada mesin penyedot air di Telaga Merdada, kawasan Dataran Tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, Sabtu (29/8/2026). Mesin pompa digunakan untuk mengalirkan air telaga ke lahan pertanian di tengah kemarau panjang. (FOTO : ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Sedikitnya 200 petani dari tiga desa, yakni Karangtengah, Butuh, dan Bakal, mengandalkan telaga seluas sekitar 25 hektare tersebut saat musim kemarau. Petani menggunakan pompa untuk menyedot air Telaga Merdada guna mengairi tanaman kentang. Sejumlah petani harus mengeluarkan biaya tambahan untuk bahan bakar pompa, sementara kebutuhan air tanaman tetap harus dipenuhi secara berkala agar produktivitas tidak menurun. (FOTO : ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

Permukaan Telaga Merdada mengalami penyusutan drastis dan sebagian ditumbuhi eceng gondok akibat kemarau panjang yang dipengaruhi El Niño Godzilla. Kondisi tersebut meningkatkan kekhawatiran petani karena telaga menjadi tumpuan utama pengairan lahan pertanian di kawasan Dieng. (FOTO : ANTARA FOTO/Anis Efizudin)

inline

REPUBLIKA.CO.ID, BANJARNEGARA -- Kemarau panjang membuat petani di kawasan dataran tinggi Dieng, Banjarnegara, Jawa Tengah, harus berjuang mendapatkan air untuk menjaga lahan pertanian tetap produktif. Warga memasang pipa pada mesin penyedot air di Telaga Merdada, Karang Tengah, Batur, Sabtu (29/8/2026), untuk mengalirkan air ke lahan pertanian.

Sedikitnya 200 petani dari tiga dusun menggantungkan kebutuhan pengairan pada telaga seluas sekitar 25 hektare tersebut. Namun, debit air Telaga Merdada kini menyusut drastis dan permukaannya dipenuhi eceng gondok, sehingga petani harus mengandalkan pompa untuk mendapatkan air bagi tanaman mereka. Kondisi tersebut membuat kebutuhan air menjadi semakin sulit dipenuhi di tengah musim kemarau.

sumber : Antara Foto

Read Entire Article
Politics | | | |