REPUBLIKA.CO.ID, TANGERANG -- Lebih dari 400 ribu laporan penipuan digital tercatat di Indonesia Anti-Scam Centre (IASC/IISC) dengan total kerugian sekitar Rp 9 triliun sepanjang periode terakhir. Angka tersebut baru mencakup kasus yang dilaporkan sehingga potensi kerugian sebenarnya diperkirakan lebih besar.
EVP Contact Center & Digital Service BCA Adrianus Wagimin menegaskan mayoritas korban berasal dari kelompok usia produktif. Kejahatan ini tidak pandang bulu, bahkan figur publik pun kerap menjadi sasaran.
“Modus utama masih scamming, penipu menyamar sebagai bank, polisi, atau instansi resmi, serta phishing melalui tautan atau situs palsu yang menyerupai asli,” ungkap Adrianus dalam sesi diskusi Halo BCA Senantiasa Berinovasi Demi Layani Nasabah di Mini Studio BCA Expoversary 2026, ICE BSD, Tangerang, Jumat (6/2/2026).
Adrianus menjelaskan celah penipuan sering muncul saat nasabah tergesa-gesa atau konsentrasi terpecah, seperti salah transfer nominal besar karena panik atau terganggu panggilan tidak diinginkan. Ia mencatat transaksi digital kini mendominasi, sementara kunjungan ke kantor cabang semakin menurun, sehingga nasabah perlu lebih waspada agar tidak menjadi korban.
Untuk mencegahnya, Adrianus membagikan tiga tips sederhana namun krusial. Pertama, jika sedang sibuk atau tidak fokus, lebih baik langsung menutup panggilan dari nomor tak dikenal yang mengaku dari bank atau perusahaan.
Kedua, selalu teliti saat menerima SMS atau surat elektronik dengan memperhatikan detail kecil, seperti alamat situs yang disamarkan, misalnya “.co” menjadi “.go”. Ketiga, jika ragu, segera minta bantuan melalui Halo BCA App untuk chat langsung, verifikasi, atau memblokir rekening agar potensi kerugian dapat diminimalkan.
“Jadi saran saya, nomor satu, ini termasuk buat kita semua, kalau kalian lagi bengong atau lagi ada aktivitas, saran saya selesaikan dulu. Kalau ada orang menelepon, kalau saya pribadi mending dimatikan saja. Tidak usah diladeni,” tegasnya.
Ia menambahkan Halo BCA App kini menjadi kanal utama nasabah untuk melapor secara cepat tanpa pulsa, termasuk melalui layanan live chat, pemantauan status laporan, hingga pengaturan kartu dan rekening secara mandiri. BCA juga terus berkoordinasi dengan OJK, Bank Indonesia, kepolisian, serta ekosistem nasional pencegahan penipuan digital guna memperkuat deteksi fraud secara menyeluruh.
Dengan edukasi berkelanjutan dan dukungan teknologi, BCA berupaya menjadikan Halo BCA bukan sekadar pusat informasi, melainkan solusi responsif yang melindungi nasabah di tengah maraknya kejahatan digital.

2 hours ago
3















































