Ketua BEM FH UBK yang Bertemu Gibran Ngaku Terima Uang Rp20 Juta, Wamensesneg: Nanti Saya Monitor Dulu

11 hours ago 9

loading...

Wapres Gibran Rakabuming Raka menerima dan berdialog langsung dengan 15 perwakilan mahasiswa di Istana Wakil Presiden, Jakarta, Senin (15/6/2026) sore. Foto/BPMI Setwapres

JAKARTA - Pengurus Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Fakultas Hukum Universitas Bung Karno (UBK) yang bertemu Wakil Presiden (Wapres) Gibran Rakabuming Raka pada pekan lalu mengaku menerima uang agar tidak turun demonstrasi di Istana. Wakil Menteri Sekretaris Negara (Wamensesneg) Bambang Eko Suhariyanto akan memeriksa kebenaran informasi tersebut.

"Coba nanti saya monitor dulu, ya. Saya enggak ngikutin yang kemarin berita terakhir itu. Nanti saya akan cek lagi ya, oke, ya," kata Bambang saat ditemui di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa (23/6/2026).

Diberitakan sebelumnya, sejumlah mahasiswa UBK yang bertemu Wapres Gibran Rakabuming Raka pekan lalu, mengaku menerima uang. Pengakuan tersebut mencuat melalui video dan siaran langsung yang beredar pada Senin (22/6/2026).

Mahasiswa UBK menuntut jajaran pengurus BEM FH UBK yang bertemu Gibran Rakabuming Raka untuk mundur dari jabatan. Tuntutan itu dilayangkan lantaran jajaran petinggi BEM UBK itu diduga terima suap.

Baca Juga: Mahasiswa UBK Desak Pengurus BEM yang Bertemu Gibran Mundur dari Jabatan karena Diduga Terima Uang

Tuntutan itu, termuat dalam pernyataan sikap dari mahasiswa UBK yabg diunggah di laman Instagram @bemfhubk. Dalam tuntutan itu, mahasiswa mendesak jajaran BEM UBK untuk membuat pernyataan sikap ihwal siap menerima konsekuensi dari perbuatannya.

"Mencantumkan nama-nama pihak yang diduga terlibat dalan tindak suap agar dapat ditindak secara tegas oleh pihak universitas dan yayasan melalui mekanisme petisi," demikian keterangan mahasiswa dilansir @bemfhubk, Selasa (23/6/2026).

Sementara, dalam video yang beredar, Ketua BEM FH UBK Muhammad Abdimaludin mengakui kesalahannya. "Saya Muhammad Abdimaludin selaku Ketua BEM FH, saya mengakui kesalahan. Saya menerima uang tersebut, 20 juta, dengan pembagian dengan kawan-kawan," ujar Abdi di depan para mahasiswa UBK.

Read Entire Article
Politics | | | |