REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Upaya menghadirkan hunian produktif yang layak bagi masyarakat prasejahtera terus diperkuat melalui kolaborasi antar instansi pelat merah di Indonesia. Salah satunya oleh Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) bersama Sarana Multigriya Finansial (SMF), dan PT Permodalan Nasional Madani (PNM).
HOME Syariah, fasilitas pembiayaan ultramikro untuk mendukung renovasi rumah yang sekaligus difungsikan sebagai tempat usaha, sehingga rumah bukan hanya tempat tinggal, tetapi juga tempat yang menghasilkan bagi ekonomi keluarga.
Melalui program ini, PNM mendorong lahirnya konsep hunian produktif. Skema pembiayaan ini menawarkan kemudahan berupa pembiayaan tanpa agunan sekaligus terintegrasi dengan pendampingan usaha melalui Program Pengembangan Kapasitas Usaha (PKU).
Secara prinsip, Home Syariah dijalankan dengan basis tiga akad, yakni akad Murabahah, Wadiah, dan Wakalah.
Pada akad Murabahah, dilakukan perjanjian jual-beli antara nasabah dengan Mekaar Syariah/pemberi pembiayaan, di mana PNM membeli barang yang diperlukan nasabah lalu menjualnya kepada nasabah sebesar harga perolehan ditambah margin keuntungan yang disepakati.
Sementara akad Wadiah merupakan perjanjian titipan antara Mekaar Syariah dan nasabah, di mana titipan dijaga serta dapat dikembalikan setiap saat ketika nasabah menghendaki, dengan Mekaar Syariah bertanggung jawab atas pengembaliannya.
Adapun akad Wakalah menjadi bentuk pelimpahan kuasa, dalam hal ini Mekaar Syariah memberikan kuasa kepada nasabah untuk membeli barang-barang sesuai kebutuhan.
Salah satu penerima manfaat program ini adalah Marni, nasabah PNM asal Kutawaluya, Kabupaten Karawang, Jawa Barat.
Marni bergabung sejak 2018, dengan plafon awal Rp 3 juta yang kini meningkat menjadi Rp 8 juta. Ia merintis usaha warung makanan dari aktivitas sederhana berjualan di kantin sekolah hingga akhirnya dapat membangun warung mini secara bertahap.
“Dulu suami saya nggak punya kerja tetap, serabutan. Sembilan tahun lalu, buat makan sehari-hari aja rasanya kurang. Jangankan buat beli lauk, kadang sepotong ayam pun susah sekali. Saya jualan keliling, panas-panasan di jalan, bawa dagangan dari satu tempat ke tempat lain,’’ tutur Marni.
Namun, sejak ia masuk Mekaar, pelan-pelan hidupnya berubah. Apalagi setelah dapat program HOME, ia bisa bangun warung kecil di rumah. Sekarang ia tak perlu keliling lagi, jualan gorengan bisa dari rumah.
‘’Alhamdulillah, saya bisa bantu suami, penghasilan lebih jelas, dan yang paling saya syukuri, anak-anak bisa tetap sekolah,” ujar Marni.
Lalu Dodot Patria Ary, Sekretaris Perusahaan PNM mengungkapkan program ini untuk membantu nasabah membangun rumah lebih layak dan produktif karena bagi banyak keluarga prasejahtera, rumah bukan hanya tempat pulang, juga tempat mencari penghidupan.
‘’Melalui pembiayaan ultramikro berbasis prinsip syariah, tanpa agunan, serta pendampingan berkelanjutan, kami ingin memastikan setiap nasabah memiliki kesempatan lebih besar untuk menguatkan usahanya dan meningkatkan kesejahteraan keluarga untuk menopang ekonomi keluarganya,” ujarnya dalam keterangan Kamis (22/1/2026).

2 hours ago
2














































