REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA, – Menteri Pekerjaan Umum (PU) Dody Hanggodo mengonfirmasi bahwa konektivitas jalan nasional di Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur (NTT), telah kembali pulih setelah terdampak gempa bumi berkekuatan Magnitudo 7,7. Pemulihan akses transportasi darat ini menjadi prioritas utama kementerian sejak hari pertama bencana terjadi untuk memastikan mobilitas warga dan distribusi logistik tetap berjalan.
Dody menegaskan bahwa instruksi dari Kepala BNPB langsung dijalankan dengan membuka seluruh ruas jalan nasional yang sempat tertutup material longsor. “Kami memang fokus utamanya adalah (pemulihan) jalan. Jadi mulai hari pertama itu, sesuai dengan bimbingan Kepala BNPB kami buka semua jalan nasional,” ujar Dody dalam keterangannya di Jakarta, Rabu.
Laporan perkembangan terkini tersebut disampaikan Dody langsung kepada Presiden Prabowo Subianto dalam Rapat Koordinasi di Posko Penanganan Bencana Alam Kabupaten Nagekeo, NTT. Ia menjelaskan bahwa gangguan akses sebagian besar disebabkan oleh longsoran material akibat guncangan gempa.
Antisipasi Longsor Susulan
Mengingat aktivitas gempa susulan masih terjadi, Kementerian PU telah menyiagakan alat berat seperti ekskavator di sejumlah titik yang telah dipetakan sebagai kawasan rawan longsor. Langkah ini diambil agar penanganan dapat segera dilakukan secara cepat apabila terjadi longsor susulan yang kembali menutup akses jalan.
Penanganan Jembatan Vital Wae Pesi
Selain penanganan jalan, Kementerian PU juga memberikan perhatian khusus pada perbaikan jembatan yang terdampak di Kabupaten Manggarai. Salah satu infrastruktur krusial yang ditangani adalah Jembatan Wae Pesi, yang merupakan jalur penting penghubung Pelabuhan Reo dengan sejumlah wilayah di Manggarai dan menjadi lintasan utama distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM).
“Kita sudah diwanti-wanti oleh Kepala BNPB dan Menko Pak Pratikno, jembatan ini harus diutamakan karena transportasi BBM lewat sini. Kemudian kita kerja siang-malam. Hari kedua, Alhamdulillah, jembatan sudah bisa fungsional,” jelas Dody.
Saat ini, Jembatan Wae Pesi sudah dapat dilalui secara terbatas dengan sistem buka-tutup satu per satu. Kementerian PU telah melakukan pengujian beban menggunakan truk tangki BBM dengan muatan hingga 20 ton, dan jembatan dinyatakan masih mampu dilalui dengan aman.
Pemulihan Sistem Air Minum
Di samping pemulihan konektivitas jalan dan jembatan, Kementerian PU juga bergerak cepat menangani gangguan pada Sistem Penyediaan Air Minum (SPAM) di wilayah terdampak gempa. Sebagian sumber air dilaporkan mengalami penurunan debit akibat longsoran yang memengaruhi kondisi sungai.
Proses verifikasi dan perbaikan dilakukan secara bertahap. Untuk memenuhi kebutuhan mendesak masyarakat, Kementerian PU mengirimkan bantuan berupa hidran umum, mobil tangki air, dan toilet portabel ke lokasi-lokasi yang membutuhkan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

1 hour ago
5
















































