Tim SAR gabungan menggotong kantong jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 keluar dari mobil ambulans saat tiba di posko aju Tompo Bulu, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Selasa (20/1/2026). Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu korban pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu (17/1) ke posko aju Tompo Bulu untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Makassar untuk diidentifikasi.
REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR -- Tim Disaster Victim Identification (DVI) berhasil mengidentifikasi salah seorang korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 bernama Florencia Lolita yang merupakan pramugari. DVI berharsil melakukan identifikasi setelah pemeriksaan post mortem dan ante mortem di Biddokkes Polda Sulawesi Selatan (Sulsel).
"Jenazah dengan nomor post mortem 62B.01 cocok dengan ante mortem nomor AM004, teridentifikasi sebagai Florencia Lolita Wibisono, jenis kelamin perempuan, umur 33 tahun," ujar Kepala Bidokkes Polda Sulsel Kombes Pol Muhamad Haris saat konferensi pers di Makassar, Rabu.
Tim di Posko DVI diketahui menerima satu kantong jenazah pada Selasa (20/1) malam dan melakukan identifikasi secara cermat bersama tim DVI Pusdokes Polri, tim Iden Polda Sulsel, Tim Pusiden Polri, dan Departemen Forensik dan Medikologal Fakultas Kedokteran Universitas Hasanuddin (Unhas).
"Alamat (korban) Apartemen Walk Tower A Unit 216 Pulo Gadung, Jakarta Timur. (Identifikasi) melalui sidik jari, data gigi, properti dan ciri medis," ucapnya.
Kepala Pusident Bareskrim Polri Brigjen Mashudi menambahkan untuk Iden dilihat dari jenazah masih dalam keadaan bagus, sehingga untuk papiler yang ada yakni sidik jari masih bisa terbaca.
"Sehingga, kami sudah langsung mengambil sidik jarinya, kemudian dengan peralatan kami miliki bisa langsung membaca identitas yang bersangkutan," tuturnya.
Tetapi untuk memastikan dan membuktikan secara saintifik, lanjutnya, dilakukan pembandingannya dengan mengambil sidik jari jempol tangan kiri dan dilakukan pembandingan dengan data pembanding lain yang dimiliki.
"Contohnya, kita mengambil sidik jari pada post mortem, kemudian kita melakukan pembandingan secara manual dengan data pembanding. Maka, kami bisa meyakini secara keilmuan bahwa bersangkutan adalah Florencia Lolita Wibisono," ucapnya.
sumber : Antara

1 hour ago
3















































