KSAL Beri Penghargaan Satgas Marinir yang Rebut 56 Markas OPM

9 hours ago 14

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Kepala Staf Angkatan Laut (KSAL) Laksamana Muhammad Ali menganugerahkan penghargaan tertinggi kepada dua Satuan Tugas (satgas) Korps Marinir yang menorehkan prestasi gemilang di Papua. Apresiasi diberikan atas keberhasilan prajurit Baret Ungu dalam operasi pengamanan perbatasan.

Marinir tidak hanya melumpuhkan anggota Organisasi Papua Merdeka (OPM), tetapi juga merebut puluhan markas kelompok bersenjata. Salah satu satuan yang menerima penghargaan adalah Satgas Pengamanan Perbatasan RI–PNG Mobile Batalyon Infanteri (Yonif) 10 Marinir Gobang IV di bawah pimpinan Letkol Mar Aris Moko.

Dalam siaran pers Dispenal di Jakarta, Kamis (7/5/2026), Satgas Yonif 10 Marinir Gobang IV yang bertugas di Provnis Papua Barat Daya, mencatatkan capaian signifikan. Mereka berhasil menguasai 56 markas OPM yang tersebar di sejumlah titik strategis, termasuk Kabupaten Maybrat dan Kabupaten Bintuni, dalam rangkaian beberapa operasi.

Prajurit Marinir juga berhasil melumpuhkan 10 anggota kelompok separatis bersenjata, serta mengamankan 4 pucuk senjata api, 13 pucuk senapan, amunisi, 146 senjata tradisional, 11 unit HP, 2 unit HT Motorolla, 2 buku agenda organisasi OPM, 24 buah power system, aksesoris Bintang Kejora, dan perlengkapan logistik lainnya," demikian keterangan Dispenal.

Keberhasilan itu menunjukkan kapabilitas tempur tinggi serta efektivitas operasi yang dilaksanakan oleh Korps Marinir dalam menghadapi medan operasi yang kompleks dan berisiko tinggi. Selain keberhasilan operasi tempur, Satgas Gobang IV juga menonjol dalam pendekatan teritorial yang humanis.

Berbagai kegiatan sosial dilakukan secara konsisten, seperti pelayanan kesehatan gratis, jumat berkah, makan bersama, pembangunan fasilitas ibadah, hingga pemasangan lampu tenaga surya di wilayah terpencil. Pendekatan itu efektif dalam membangun kepercayaan masyarakat serta memperkuat kehadiran negara di daerah rawan konflik.

Hal itu terbukti dengan dianugerahinya komandan satgas dengan gelar "Apan Mana (Kepala Ular/Panglima Perang)" oleh para Kepala Adat Aifat Raya. "Capaian tersebut merupakan wujud nyata profesionalisme prajurit yang mampu mengombinasikan kekuatan militer dan pendekatan sosial secara seimbang," kata Panglima Korps Marinir, Letjen Mar Endi Supardi.

Read Entire Article
Politics | | | |