Masjid Istiqlal: Gerakan Yu Wakaf Saham Bukan IPO

4 hours ago 9

Umat muslim mengikuti buka puasa bersama perdana yang disediakan Masjid Istiqlal di Jakarta, Kamis (19/2/2026). Selama bulan Ramadhan 1447 Hijriah, Masjid Istiqlal menyediakan sebanyak 4.000 hingga 5.000 paket nasi kotak pada hari Senin hingga Kamis sementara Jumat, Sabtu, Ahad disediakan antara 7.000 sampai 10.000 paket nasi kotak sebagai menu untuk buka puasa gratis. 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Istiqlal Global Fund (IGF) meluruskan sejumlah informasi yang berkembang di masyarakat terkait gerakan 'Yu Wakaf Saham' yang diluncurkan bersama nazhir Masjid Istiqlal. Direktur Bisnis dan Kerjasama Korporasi IGF, Ustaz Ahsanul Haq menegaskan gerakan tersebut bukanlah Initial Public Offering (IPO) Masjid Istiqlal.

Menurut dia, program tersebut merupakan bagian dari upaya mengembangkan wakaf produktif sekaligus mendekatkan umat Islam dengan industri pasar modal syariah.

Ustaz Ahsanul mengatakan, ada sedikit kekeliruan dalam informasi yang ditangkap publik. Beberapa pertanyaan yang berkembang yakni apakah Masjid Istiqlal itu IPO dan menggunakan dana umat untuk membeli saham. Ada juga yang mengartikan dalam konteks judi saham.

Untuk itu, ujar dia, pada tanggal 18 September 2025, IGF dan Nazhir Istiqlal meluncurkan gerakan 'Yu Wakaf Saham'. Gerakan ini  dirilis dalam rangka mengisi sejumlah kekosongan mengenai wakaf saham di tengah masyarakat. 

"Jadi pada tahun 2019 dulu, Ketua BWI, dalam hal ini Prof Muhammad Nuh, itu sudah meluncurkan wakaf saham di Bursa Efek Indonesia, tapi sejauh ini pertumbuhannya tidak signifikan, dan menariknya lagi, justru dioptimalkan oleh, mohon maaf, teman-teman yang non-Muslim,"ujar Ustaz Ahsanul kepada Republika, Selasa (11/8/2026).

Dengan demikian, IGF tergerak bersama dengan PT. Majoris Asset Management untuk melakukan gerakan yang lebih masif. Tujuannya yakni bagaimana agar tidak ada gap yang terlalu tinggi antara pasar bursa dengan termarginalkannya masyarakat di pasar tradisional. 

"Jadi kami pikir dengan welcome-nya bursa terhadap retail untuk umat, itu lebih mudah umat memberikan pengaruh terhadap ekonomi nasional,"kata dia.

Read Entire Article
Politics | | | |