Menbud: Budaya Menjadi Penopang Ekonomi Inklusif

3 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Menteri Kebudayaan (Menbud) Fadli Zon menekankan budaya sebagai penopang ekonomi inklusif dan berkelanjutan. Menurut dia, banyak negara telah menggunakan budaya sebagai kekuatan lunak (soft power). Ini termaktub dalam pengertian konsep cultural economy and industry atau cultural and creative industry (CCI).

“Sumber daya alam, seperti batu bara, nikel, minyak, dan gas, suatu saat akan habis. Namun, budaya tidak akan pernah habis. Karena itu, negara-negara maju kini bertumpu pada cultural and creative industry,” kata Menbud Fadli Zon dalam pidato yang bertajuk "Kekayaan Budaya Sebagai Penopang Ekonomi Inklusif dan Berkelanjutan” dalam acara Starting Year Forum 2026 pada Jumat (23/1/2026).

Ia menjelaskan, saat ini Indonesia telah memiliki ratusan cagar budaya nasional serta ribuan warisan budaya tak benda. Ada pula peningkatan signifikan dalam hal kualitas dan jumlah museum.

Museum Nasional Indonesia, misalnya, mengalami lonjakan pengunjung hingga ratusan persen. Menurut Menbud, ini menjadi contoh konkret bagaimana kebudayaan dapat berdampak ekonomi melalui tiket masuk, pameran, dan pengembangan produk turunan semisal merchandise dan kuliner.

Dalam perspektif nasional, ada 10 objek pemajuan kebudayaan, sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2017. Ini mencakup bahasa, manuskrip, ritus, adat istiadat, hingga seni, film, sastra, dan budaya digital.

Dengan lebih dari 1.300 kelompok etnik dan 718 bahasa daerah, Indonesia merupakan salah satu peradaban tertua di dunia. "Pada tanggal 22 Januari, jurnal sains paling bergengsi di dunia, Nature, menerbitkan hasil penelitian yang menyatakan bahwa lukisan figuratif tertua di dunia berada di Indonesia. Ini adalah pengakuan dunia atas ekspresi budaya kita," ujar Menbud.

Kekayaan budaya tersebut, lanjutnya, sesuai amanat konstitusi, harus dilindungi, dikembangkan, dan yang paling penting, dimanfaatkan yang belum maksimal dilakukan. Di sinilah peran ekonomi budaya dan industri budaya menjadi penting.

Menbud berharap keterlibatan kalangan bisnis, dunia usaha, dan sektor swasta untuk bekerja sama ke depan, sebagaimana praktik di banyak negara melalui filantropi dan board of trustees museum dan cagar budaya.

Menbud Fadli mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung pemajuan kebudayaan nasional, seiring dengan berdirinya Kementerian Kebudayaan RI oleh Presiden Prabowo Subianto. Ini sebagai bentuk komitmen negara dalam memajukan kebudayaan Indonesia di tengah peradaban dunia.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |