REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pernahkah kamu tiba-tiba mengingat kenangan buruk yang terjadi beberapa tahun lalu? Misalnya, saat berbaring di malam hari, otak memutar kembali momen canggung atau pertengkaran lama dengan seseorang. Tak jarang, kamu pun kembali memikirkan respons yang seharusnya diucapkan kala itu.
Meski tampak sepele, kenangan tersebut sering kali muncul kembali dengan detail yang sangat jelas dan rasa malu yang masih terasa nyata. Fenomena ini ternyata memiliki penjelasan neurologis.
Menurut konsultan neurologi, dr Prashant Makhija, kemunculan kenangan tersebut bukanlah sesuatu yang aneh dan tidak selalu menandakan adanya masalah pada otak. Hal itu terjadi lantaran kenangan yang memiliki emosional kuat cenderung tersimpan lebih lama dan lebih jelas dibandingkan peristiwa biasa.
"Momen buruk dan memalukan sering kali terkait dengan emosi seperti rasa malu, ketakutan, kecemasan, atau ketidaknyamanan sosial. Yang sebenarnya diingat oleh otak bukan hanya peristiwanya, melainkan emosi yang menyertainya," kata dr Makhija dilansir laman Hindustan Times, Sabtu (13/6/2026).
la mengungkapan bahwa amigdala, bagian otak yang berperan dalam memproses emosi, bekerja sama dengan pusat-pusat memori untuk memperkuat penyimpanan pengalaman tersebut. Akibatnya, kenangan yang sarat emosi menjadi lebih kuat dibandingkan pengalaman sehari-hari yang biasa.
Lantas mengapa kenangan itu tiba-tiba muncul lagi? Dia menjelaskan bahwa otak bekerja melalui pola dan asosiasi. Berbagai pemicu seperti aroma tertentu, percakapan, situasi sosial, atau bahkan pikiran yang melintas sesaat dapat mengaktifkan jaringan memori yang terhubung dengan kenangan lama.
"Ketika jaringan tersebut aktif, otak dapat langsung memutar kembali peristiwa itu," kata dr Makhija.
Selain itu, kenangan buruk dan memalukan juga sering kali teringat kembali saat malam hari atau traveling. Menurut dr Makhija, alasannya karena pada momen tersebut pikiran lebih tenang dan tidak disibukkan dengan apapun. Dalam kondisi itu, otak diam-diam membuka kembali "arsip lama" terutama bagian yang paling ingin dilupakan.
"Faktor gaya hidup modern seperti membandingkan diri dengan orang lain di media sosial, stres, kurang tidur, dan kelelahan mental akibat burnout dapat membuat kenangan memalukan terasa lebih besar dan lebih sulit untuk dilepaskan," kata dia.

3 hours ago
8
















































