Orang-orang mengibarkan bendera Iran dan Hizbullah mendukung serangan Iran terhadap Israel, di alun-alun Valiasr di Teheran, Iran, 7 Juni 2026. Iran meluncurkan rudal ke Israel sebagai pembalasan atas serangan Israel sebelumnya di pinggiran selatan Beirut.
REPUBLIKA.CO.ID,TEHERAN — Iran dilaporkan berhasil mengamankan sejumlah konsesi penting dalam negosiasi menit-menit terakhir dengan Amerika Serikat (AS) terkait memorandum kesepahaman (MoU). Beberapa ketentuan dalam draf kesepakatan tersebut kabarnya berhasil diubah demi menguntungkan pihak Teheran.
Berdasarkan laporan kantor berita Tasnim, perundingan terus berlangsung ketat hingga detik-detik terakhir sebelum pengumuman resmi. Hal ini mengindikasikan adanya tawar-menawar yang sangat intensif terkait redaksional kalimat serta waktu pelaksanaan dari klausul-klausul utama.
Menurut sumber internal yang berbicara kepada Tasnim, salah satu amandemen utama yang berhasil dimasukkan adalah penambahan klausul yang menjamin "kedaulatan dan penghormatan terhadap integritas wilayah Lebanon" pada pasal pertama. Ketentuan ini pada awalnya sempat ditentang oleh Presiden AS Donald Trump.
Iran setir klausul Selat Hormuz
Laporan tersebut menambahkan bahwa Iran bersama Oman berhasil memasukkan frasa tambahan mengenai "pengelolaan layanan navigasi maritim di Selat Hormuz" ke dalam klausul kelima memorandum tersebut. Poin ini menjadi salah satu fokus penyesuaian krusial selama jalannya perundingan.
Selain itu, disepakati pula masa pembebasan biaya selama 60 hari terkait penarikan retribusi dari kapal-kapal yang transit di Selat Hormuz. Setelah periode tersebut berakhir, Iran berencana untuk mulai memberlakukan tarif di selat tersebut.
Sumber itu mengungkapkan bahwa Trump sebelumnya mendesak agar pembukaan kembali Selat Hormuz dan pencabutan blokade laut dilakukan secara bersamaan, tepat pada saat pengumuman kesepahaman. Namun, usulan tersebut ditolak mentah-mentah oleh pihak Iran.
Sebagai gantinya, kedua belah pihak sepakat bahwa proses pembukaan kembali Selat Hormuz baru akan dimulai setelah penandatanganan resmi memorandum yang dijadwalkan pada Jumat mendatang.
Tasnim juga melaporkan bahwa Trump awalnya sempat mengeklaim dalam unggahan di media sosialnya bahwa Selat Hormuz dan blokade telah dibuka secara bersamaan. Namun, ia kemudian merevisi pernyataannya setelah menerima pemberitahuan dari pihak mediator Pakistan. Dalam unggahan terbarunya, Trump mengonfirmasi bahwa Selat Hormuz baru akan dibuka kembali setelah Jumat.

4 hours ago
8
















































