Menkes Sebut akan Perbanyak Fakultas Kedokteran untuk Kejar Target Kekurangan Dokter

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA - Menteri Kesehatan (Menkes) Budi Gunadi Sadikin mengatakan, pembukaan sejumlah fakultas kedokteran tanpa mengurangi kualitas pendidikan adalah langkah untuk menangani dua masalah. Cara itu diyakini bisa mengatasi kurangnya dokter serta tidak meratanya distribusi dokter di tanah air.

Budi mengatakan, saat ini dokter bisa berpraktik di tiga tempat. Hal itu menjadi bukti bahwa Indonesia kekurangan dokter. "Jadi kira-kira kalau saya bilang ya harus tiga kali lipat lah naiknya jumlahnya. Nah caranya gimana? Ya Pak Prabowo juga udah lihat itu, bahwa jumlahnya kurang. Kita harus memang buka yang lebih banyak supaya orang-orang bisa masuk. Tanpa mengurangi kualitas," katanya di Jakarta, Kamis (22/1/2026).

Dia optimistis bahwa produksi dokter di Indonesia bisa menjadi lebih baik, seperti Korea Selatan yang dokter spesialisnya lebih banyak meski jumlah penduduknya hanya 1/6 atau 1/5 dari Indonesia. Budi mengatakan, untuk kalkulasi detail tentang kampus baru tersebut, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi lebih mengetahui. Namun demikian, pihaknya berharap produksi dokter umum dapat mencapai rasio 1 per 1.000 penduduk.

"Kan itu kan jadi 280 ribu, itu kan rata-rata lower middle income country ya. Tapi kalau rata-rata dunia kan 1,76 per 1.000," katanya.

Beberapa waktu yang lalu, Presiden Prabowo Subianto, dalam agenda Taklimat Presiden bersama ribuan pimpinan perguruan tinggi di Jakarta, membahas strategi percepatan pemenuhan kebutuhan tenaga dokter nasional yang saat ini masih mengalami kekurangan lebih dari 100 ribu orang.

Hal itu dikemukakan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Kamis (15/1/2026) saat ditanya tentang sejumlah topik yang dibahas bersama 1.200 tamu undangan dari kalangan pimpinan perguruan tinggi negeri dan swasta.

Berdasarkan data pemerintah, jumlah dokter yang tersedia belum sebanding dengan kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat. Oleh karena itu, kata Prasetyo, Presiden mendorong pencarian terobosan untuk mempercepat proses pemenuhan tenaga dokter, termasuk melalui penguatan peran perguruan tinggi.

Prasetyo menjelaskan percepatan tersebut tidak hanya berkaitan dengan penambahan jumlah lulusan, tetapi juga peningkatan kualitas pendidikan di perguruan tinggi secara umum, baik dari sisi dosen maupun sarana dan prasarana pendukung.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |