GPCI melakukan pertemuan dengan Pimpinan MPR, Hidayat Nurwahid untuk menyampaikan perkembangan terkini dan sekaligus mendesak upaya pemerintah agar segera turun tangan membebaskan para relawan dan jurnalis yang telah diculik oleh tentara Israel.
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Sejumlah kapal yang ditumpangi WNI dalam misi Global Sumud Flotilla 2026 telah diintersep atau dibajak militer zionis israel. Ada 5 WNI yang diculik Israel, di antaranya Andi Angga relawan GPCI dari Rumah Zakat di Kapal Josef, jurnalis Republika Bambang Noroyono di Kapal Bolarize, jurnalis Republika Thoudy Badai, jurnalis TV Tempo Andre Prasetyo Nugroho, dan Kontributor iNews / Tim Media GPCI Heru Rahendro yang ketiganya berada di Kapal Ozgurluk. Melihat hal tersebut Global Peace Convoy Indonesia (GPCI) bergerak cepat untuk konsolidasi lintas pihak.
Relawan Rumah Zakat, Andi Angga Prasadewa, yang tergabung dalam misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla 2026 dilaporkan berada dalam armada yang mengalami intersep oleh militer Israel di perairan internasional saat menjalankan misi kemanusiaan menuju Gaza.
Andi Angga merupakan bagian dari delegasi Indonesia dalam pelayaran kemanusiaan Global Sumud Flotilla yang membawa bantuan dan solidaritas untuk masyarakat sipil Palestina yang terdampak krisis kemanusiaan berkepanjangan.
Hingga saat ini, Rumah Zakat terus memantau perkembangan situasi dan melakukan koordinasi intensif bersama berbagai pihak terkait, termasuk Pemerintah Republik Indonesia, Kementerian Luar Negeri, Kedutaan Besar Republik Indonesia, Global Peace Convoy Indonesia (GPCI), serta jaringan kemanusiaan internasional guna memastikan keselamatan delegasi Indonesia dalam misi tersebut.
Salah satu upaya yang dilakukan, GPCI melakukan pertemuan dengan Pimpinan MPR, Hidayat Nurwahid untuk menyampaikan perkembangan terkini dan sekaligus mendesak upaya pemerintah agar segera turun tangan membebaskan para relawan dan jurnalis yang telah diculik oleh tentara Israel.
Selain melakukan koordinasi lintas pihak, Rumah Zakat juga memberikan pendampingan dan dukungan kepada keluarga relawan, termasuk penyediaan informasi perkembangan situasi dan dukungan psikososial.
“Misi kami membawa bantuan untuk saudara di Gaza Palestina. Jadi berlayarnya teman-teman adalah murni membawa bantuan kemanusiaan. Maka tidak dibenarkan tentara Israel melakukan intercept dan menculik rekan-rekan kami," ucap Irvan Nugraha, CEO Rumah Zakat.
Rumah Zakat mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terus mengirimkan doa terbaik bagi Andi Angga Prasadewa dan seluruh relawan kemanusiaan yang sedang menjalankan misi menuju Gaza agar senantiasa diberikan keselamatan, perlindungan, dan kekuatan.

5 days ago
18
















































