Mobilitas Yogya–Solo Melesat, Penumpang KRL Tembus 2,2 Juta

10 hours ago 8

Relawan membagikan pamflet perubahan jadwal KRL Commuter Line di Stasiun Yogyakarta, Kamis (25/5/2023).

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Pergerakan masyarakat di koridor Yogyakarta, Solo, hingga Madiun menunjukkan peningkatan signifikan pada awal 2026. Kenaikan ini mencerminkan perubahan pola mobilitas yang semakin bergantung pada transportasi publik berbasis rel.

PT Kereta Api Indonesia (KAI) mencatat lonjakan jumlah penumpang di sejumlah layanan perkotaan pada kuartal I 2026.

Vice President Corporate Communication KAI Anne Purba mengatakan tren ini menunjukkan kebutuhan mobilitas antarwilayah yang semakin terhubung. “Kereta api kini menjadi bagian dari keseharian masyarakat. Perjalanan menjadi lebih pasti, terjangkau, dan mampu menjangkau lebih banyak titik aktivitas, termasuk kawasan wisata dan pusat kuliner di Yogyakarta, Solo, hingga Madiun,” kata Anne.

Pada layanan Kereta Api Prambanan Ekspres (Prameks) relasi Kutoarjo–Yogyakarta, jumlah penumpang mencapai 277.045 orang pada kuartal I 2026. Angka ini meningkat sekitar 16,27 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebanyak 238.260 penumpang.

Sementara itu, KRL Commuter Line Yogyakarta–Palur melayani 2.222.716 penumpang atau tumbuh 19,19 persen dari tahun sebelumnya yang mencapai 1.864.803 penumpang. Layanan ini menjadi tulang punggung mobilitas harian di kawasan perkotaan Yogyakarta dan Solo.

Mobilitas menuju bandara juga mengalami peningkatan. Kereta Api Bandara YIA mencatat 697.267 penumpang pada kuartal I 2026 atau naik sekitar 12,11 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Di wilayah Solo dan aglomerasi Madiun, Kereta Api Bandara Adi Soemarmo (BIAS) melayani 208.583 penumpang, tumbuh 31,12 persen secara tahunan. Adapun Kereta Api Batara Kresna relasi Solo–Wonogiri melayani 40.763 penumpang.

Anne mengatakan, peningkatan ini menunjukkan kebutuhan layanan transportasi dengan frekuensi lebih tinggi dan kapasitas yang memadai. Ia menilai pengembangan transportasi berbasis rel akan menjadi kunci dalam mendukung mobilitas perkotaan ke depan. “Arah pengembangan transportasi perkotaan akan terus mengikuti kebutuhan masyarakat. Kereta api memiliki ruang untuk tumbuh lebih besar, menghubungkan lebih banyak wilayah, dan melayani lebih banyak perjalanan dalam satu sistem yang terintegrasi,” kata Anne.

Read Entire Article
Politics | | | |