Nagara Institute Bersama AFU Bedah Tantangan Investasi Danantara dan Ekonomi Daerah

2 hours ago 4

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Nagara Institute bekerja sama dengan platform podcast politik Akbar Faizal Uncensored (AFU) menggelar Round Table Discussion (RTD) edisi ketiga di Kota Bandung, Kamis (22/1/2026).

Diskusi bertajuk “Jepitan Problem Investasi Danantara dan Pertumbuhan Ekonomi Daerah” itu berlangsung di PCC Ballroom Hotel Holiday Inn Bandung dan menjadi ruang dialog strategis untuk membedah tantangan investasi nasional serta dampaknya terhadap pertumbuhan ekonomi daerah, khususnya di Jawa Barat.

Kegiatan di Bandung ini merupakan bagian dari rangkaian tur diskusi nasional Nagara Institute–AFU di 10 kota besar Indonesia. Sebelumnya, forum serupa digelar di Surabaya pada 2 Desember 2025 dan Yogyakarta pada 16 Desember 2025.

Bandung dipilih sebagai lokasi ketiga karena dinilai memiliki posisi strategis sebagai pusat inovasi, industri kreatif, dan pertumbuhan ekonomi di Jawa Barat yang berkaitan erat dengan arah kebijakan investasi nasional.

Ketua Pelaksana Nagara Institute sekaligus founder AFU, Akbar Faizal menegaskan, kehadiran Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) sebagai wajah baru ekosistem Badan Usaha Milik Negara (BUMN) perlu dikaji secara kritis.

“Pemerintahan baru di bawah Presiden Prabowo Subianto menghadirkan harapan melalui Danantara. Namun, kita harus memastikan apakah lembaga ini benar-benar mampu menjadi solusi atas hambatan investasi di daerah atau justru melahirkan persoalan baru dalam tata kelola,” ujar Akbar.

Menurut Akbar, forum RTD menjadi penting sebagai ruang pertukaran gagasan berbasis data antara akademisi, praktisi, dan pengambil kebijakan. Ia menekankan bahwa diskusi tidak boleh berhenti pada tataran wacana.

“Kami mengundang tokoh-tokoh yang memiliki argumen dan data kredibel untuk didengar oleh para pembuat kebijakan. Hasil diskusi ini akan kami rangkum dan bukukan sebagai tawaran ide konkret,” kata Akbar.

RTD tersebut menghadirkan sejumlah tokoh nasional lintas sektor, di antaranya Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi, Legislator Jabar Bidang Pemerintahan Sidkon Djampi, Ketua Dewan Komisioner Lembaga Penjamin Simpanan (LPS) Prof Dr Anggito Abimanyu.

Selain itu, Direktur Program dan Kebijakan Center for Policy Studies Prasasti Piter Abdullah Redjalam, serta Founder KedaiKOPI Dr Hendri Satrio.

Ada pula peneliti Nagara Institute dari Universitas Indonesia, seperti Prof Dr Satya Arinanto, Dr R Edi Sewandono, dan Mohamad Dian Revindo, Ph.D, yang turut memperkaya diskusi dari sisi akademis.

Akbar Faizal menambahkan, seluruh rangkaian hasil RTD Nagara Institute–AFU akan diserahkan langsung kepada Presiden RI dan pengelola Danantara.

“Ini bagian dari komitmen kami untuk menghadirkan gagasan nyata demi memperkuat iklim investasi dan mendorong pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan,” ujarnya

Read Entire Article
Politics | | | |