Naskah Khutbah Jumat: Menjaga Lingkungan, Menjaga Kesehatan Jiwa

2 hours ago 1

Banjir menggenangi kawasan permukiman di Desa Jati Mulyo, Tanjung Jabung Timur, Jambi, Senin (12/1/2026). Banjir yang terjadi sejak Jumat (9/1) akibat meluapnya Sungai Dendang setelah diguyur hujan selama dua hari lalu kini mulai berangsur surut setinggi 30 sentimeter namun kawasan permukiman dan ribuan hektare lahan perkebunan masih terendam, sementara data BPBD setempat menyebutkan sebanyak 149 kepala keluarga dilaporkan terdampak.

REPUBLIKA.CO.ID, Oleh: Eko Harianto, Dosen Prodi Psikologi Universitas Muhammadiyah Purworejo

اَلْحَمْدُ لِلَّهِ الَّذِيْ أَمَرَنَا بِاْلاِعْتِصَامِ بِحَبْلِ اللهِ، أَشْهَدُ أَنْ لاَ إِلَهَ إِلاَّ اللهُ وَحْدَهُ لاَ شَرِيْكَ لَهُ وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ لاَ نَبِيَّ بَعْدَهُ. اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى مُحَمَّدٍ وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ وَمَنْ تَبِعَ هُدَاهُ. أَمَّا بَعْدُ؛ فَيَا عِبَادَ اللهِ، أُوْصِيْكُمْ بِتَقْوَى اللهِ، فَقَالَ اللهُ تَعَالَى: يَاأَيُّهاَ الَّذِيْنَ ءَامَنُوا اتَّقُوا اللهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلاَ تَمُوْتُنَّ إِلاَّ وَأَنتُمْ مُّسْلِمُوْنَ.

Ma’asyiral Muslimin Rahimakumullah

Menjaga lingkungan, menjaga kesehatan jiwa. Kalimat ini sederhana, namun sarat makna spiritual dan psikologis. Islam tidak memisahkan antara ibadah kepada Allah dengan tanggung jawab sosial dan ekologis. Menjaga lingkungan bukan hanya urusan fisik atau sosial, tetapi juga bagian dari penghayatan iman dan ketenangan batin.

Mari kita renungkan, bagaimana keadaan jiwa kita ketika kita hidup di tengah lingkungan yang kotor, sumpek, dan tidak teratur? Ilmu psikologi modern telah membuktikan adanya hubungan kuat antara lingkungan fisik dengan kesehatan mental.

Kekacauan di sekitar kita dapat memicu kekacauan dalam pikiran. Ruang yang semrawut dan penuh sampah dapat meningkatkan rasa cemas, stres, dan perasaan helplessness atau ketidakberdayaan. Sebaliknya, lingkungan yang bersih, tertata, dan hijau memberikan efek menenangkan, meningkatkan mood, dan bahkan memperbaiki kemampuan konsentrasi.

Dalam perspektif Psikologi Islam, fenomena ini memiliki akar yang sangat dalam. Manusia adalah entitas yang terdiri dari jasad dan ruh, lahir dan batin, yang saling terhubung secara integral. Konsep fitrah tidak hanya merujuk pada kecenderungan manusia kepada Tauhid, tetapi juga pada kecenderungannya untuk mencintai keindahan, keteraturan, dan keseimbangan. Allah adalah Al-Jamil (Maha Indah) dan mencintai keindahan. Oleh karena itu, jiwa yang sehat (an-nafs al-muthma'innah) secara alami akan tertarik pada lingkungan yang mencerminkan sifat-sifat keindahan dan keseimbangan Ilahi tersebut.

Allah SwT berfirman: 

وَلَا تُفْسِدُوْا فِى الْاَرْضِ بَعْدَ اِصْلَاحِهَا وَادْعُوْهُ خَوْفًا وَّطَمَعًاۗ اِنَّ رَحْمَتَ اللّٰهِ قَرِيْبٌ مِّنَ الْمُحْسِنِيْنَ .

“Dan janganlah kamu membuat kerusakan di muka bumi setelah (Allah) memperbaikinya. Berdoalah kepada-Nya dengan rasa takut dan harap. Sesungguhnya rahmat Allah amat dekat kepada orang-orang yang berbuat baik.” (QS. Al-A’raf [7]: 56)

Read Entire Article
Politics | | | |