Negara Mana Saja yang Menolak dan Menerima Undangan Dewan Perdamaian?

2 hours ago 2

REPUBLIKA.CO.ID, WASHINGTON – Undangan Presiden AS Donald Trump bagi pimpinan dunia untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian alias Board of Peace mendapat tanggapan beragam. Berikut data sementara negara-negara yang menerima dan menolak undangan tersebut.

Kementerian luar negeri Mesir mengatakan pada Rabu bahwa Presiden Abdel-Fattah el-Sissi telah menerima undangan untuk bergabung dalam dewan tersebut. Mesir “mengumumkan penerimaannya atas undangan tersebut dan komitmennya untuk memenuhi prosedur hukum dan konstitusional yang relevan,” kata pernyataan itu, memuji Trump atas kebijakan Timur Tengahnya.

“Mesir menyatakan dukungannya terhadap misi Dewan Perdamaian untuk fase kedua dari rencana komprehensif untuk mengakhiri konflik di Gaza,” tambahnya.

Sedangkan the Times of Israel melaporkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu juga telah menerima undangan Presiden AS Donald Trump untuk bergabung dengan Dewan Perdamaian, kantor perdana menteri mengumumkan pada hari Rabu.

Netanyahu sebelumnya mengkritik keputusan Washington untuk menempatkan perwakilan senior dari Turki dan Qatar di badan operasional Dewan Perdamaian untuk Gaza, yang disebut Dewan Eksekutif Gaza, sehingga pada awalnya tidak jelas apakah ia ingin melegitimasi susunan panel tersebut dengan bergabung dengan Dewan Perdamaian.

Israel dan Mesir sejauh ini bergabung dengan Argentina, Azerbaijan, Bahrain, Belarus, Hongaria, Kazakhstan, Kosovo, Maroko, Uni Emirat Arab, dan Vietnam dalam menerima undangan Trump.

Sementara Swedia dan Norwegia menjadi negara terbaru yang mengatakan mereka tidak akan bergabung. Sebelumnya, Prancis juga menyatakan penolakan, sikap yang dibalas dengan ancaman tarif impor 200 persen oleh Trump.

Undangan untuk bergabung dengan dewan tersebut telah ditujukan kepada sekitar 60 negara namun sejauh ini hanya sedikit yang menerima tanpa keberatan.

Menambah kekhawatiran di kalangan negara-negara Barat, Kremlin mengatakan pada minggu ini bahwa Presiden Rusia Vladimir Putin juga telah diundang, sementara sekutu Moskow, Presiden Belarusia Alexander Lukashenko telah menerima undangan tersebut.

Utusan khusus Trump, Steve Witkoff, ditanya pada Rabu apakah Putin diperkirakan akan bergabung, dan menjawab: “Saya kira begitu.”

Menteri Luar Negeri Spanyol José Manuel Albares mengatakan pada hari Rabu bahwa para pemimpin Eropa mengadakan konsultasi untuk merumuskan posisi bersama di dewan tersebut.

Inggris sebelumnya telah menyatakan undangan Trump kepada Putin dan Lukashenko sebagai hal yang memprihatinkan. Sementara Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Noel Barrot mengatakan bahwa negaranya “tidak dapat menerima” tawaran untuk bergabung “pada saat ini,” karena kekhawatiran yang dimiliki oleh beberapa pemerintah Eropa bahwa Dewan Perdamaian dapat melemahkan kerja PBB, yang dituduh Trump tidak mendukung upayanya untuk mengakhiri konflik di seluruh dunia.

Read Entire Article
Politics | | | |