Negara Muslim Ini Gunakan Teknologi Software Israel untuk Tangkap Para Aktivis

2 hours ago 2

Pengunjuk rasa wanita anggota Ikhwanul Muslimin Yordania berdemonstrasi dalam sebuah protes menentang rencana Israel mengumumkan untuk mencaplok bagian-bagian Tepi Barat yang diduduki dan lembah Yordania, di pusat kota Amman, Yordania, 10 Juli 2020. Pemerintah Israel dilaporkan bersiap-siap untuk melampirkan bagian dari Tepi Barat dan Lembah Yordan diduduki oleh Israel sejak perang Timur Tengah 1967. Langkah aneksasi didukung oleh Rencana Perdamaian Israel-Palestina Presiden AS Donald Trump, diresmikan pada Januari 2020, tetapi ditolak secara luas di wilayah tersebut

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pemerintah Yordania dilaporkan telah menggunakan perangkat lunak (software) buatan Israel untuk melacak aktivisme masyarakat sipil di negara tersebut, menurut laporan terbaru dari Citizen Lab yang dikutip Middle East Eye, Kamis (22/1/2026).

Para peneliti keamanan siber itu menyatakan, Yordania memakai produk dari perusahaan yang berkantor pusat di Tel Aviv, Cellebrite, untuk mengekstraksi data dari ponsel aktivis dan anggota masyarakat sipil tanpa persetujuan mereka.

Investigasi forensik pada perangkat yang disita otoritas yang kemudian dikembalikan kepada pemiliknya, mengungkap Indikator Kompromi (IoCs) pada iOS dan Android yang mereka yakini pada produk ekstraksi forensik Cellebrite.

"Catatan pengadilan yang dibagikan kepada Citizen Lab menunjukkan penggunaan produk Cellebrite dalam penuntutan pidana terhadap aktivis dan anggota masyarakat sipil Yordania dengan cara yang tidak sesuai dengan perjanjian hak asasi manusia yang telah diratifikasi Yordania,"bunyi laporan tersebut.

Produk yang dikembangkan Cellebrite — perusahaan Israel yang pemegang saham terbesarnya adalah Sun Corporation asal Jepang — telah digunakan oleh berbagai pemerintahan untuk menyasar pembangkang.

Produk tersebut digunakan untuk mengekstraksi data dari ponsel jurnalis Reuters yang dipenjara di Myanmar karena melaporkan pembantaian Rohingya, serta di Rusia terhadap para pegiat prodemokrasi dan jurnalis.

Read Entire Article
Politics | | | |