REPUBLIKA.CO.ID, MAKASSAR, – Pemerintah Kota Makassar akan menerapkan sistem penghargaan dan sanksi dalam pengelolaan sampah pada setiap kegiatan di kota tersebut. Langkah ini akan dimulai pada peringatan Hari Ulang Tahun Kota Makassar yang jatuh pada November mendatang. Munafri Arifuddin, Wali Kota Makassar, mengungkapkan bahwa pihaknya berencana memberikan penghargaan kepada individu, kelompok tani, komunitas lingkungan, dan perusahaan yang berkontribusi besar dalam menjaga kelestarian lingkungan.
"Ini bagian dari gerakan peduli lingkungan yang dapat menjadi budaya baru yang tumbuh dan mengakar di tengah masyarakat Kota Makassar," ujar Munafri Arifuddin di Makassar, Minggu.
Saat ini, pemerintah telah menyediakan berbagai pilihan teknologi dan metode pengolahan sampah, seperti teba, eco enzyme, urban farming, hingga pengolahan sampah menjadi bahan bakar melalui teknologi Refuse Derived Fuel (RDF). Munafri menekankan bahwa metode tersebut dapat dipilih sesuai dengan kebutuhan masing-masing wilayah, namun keberhasilan program ini sangat bergantung pada kesadaran dan kepedulian masyarakat.
"Persoalan sampah berawal dari individu. Karena itu perubahan juga harus dimulai dari individu. Mulai dari diri sendiri, kemudian keluarga, lingkungan sekitar, hingga komunitas yang lebih luas," tambahnya.
Inisiatif Positif Pemkot Makassar
Helmy Budiman, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Makassar, menyambut baik inisiatif ini. Menurutnya, program tersebut dapat menjadi pemicu semangat sekaligus sarana edukasi untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan dan kelestarian lingkungan.
"Saya rasa ini merupakan inisiatif yang sangat baik, termasuk kegiatan lomba bisa memacu kita semua untuk semakin giat menjaga lingkungan dan semakin menyadarkan masyarakat akan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan sekitar," kata Helmy.
Helmy menambahkan bahwa hasil dari berbagai lomba dan penilaian lingkungan tersebut akan diumumkan pada peringatan Hari Ulang Tahun Kota Makassar mendatang. "Mudah-mudahan program ini menjadi sesuatu yang positif dan dapat terus ditularkan kepada masyarakat sehingga budaya peduli lingkungan semakin tumbuh dan berkembang di Kota Makassar," tuturnya.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

2 hours ago
10

















































