Pekerja memasukkan minyak goreng MinyaKita kedalam kardus di salah satu mitra pengemasan MinyaKita di Cakung, Jakarta , Rabu (12/5/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Pemerintah Provinsi DKI Jakarta memastikan ketersediaan minyak goreng rakyat MinyaKita di pasar-pasar ibu kota masih dalam kondisi aman. Pemantauan pasokan dan harga terus dilakukan untuk menjaga stabilitas distribusi di tengah rencana penyesuaian harga eceran tertinggi (HET) oleh pemerintah pusat.
Kepala Dinas Perdagangan, Perindustrian, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (PPKUKM) Provinsi DKI Jakarta Elisabeth Ratu Rante Allo mengatakan pasokan MinyaKita hingga saat ini masih tersedia dan distribusi berjalan normal di berbagai pasar.
"Kami terus melakukan pemantauan secara intens terhadap harga dan ketersediaan bahan pokok, termasuk minyak goreng rakyat MinyaKita. Hingga saat ini, stok masih tersedia dan distribusi di pasar-pasar Jakarta berjalan dengan baik," kata Ratu dalam keterangannya, Sabtu (6/6/2026).
Untuk memperkuat pasokan, Dinas PPKUKM menjajaki kerja sama dengan produsen dan distributor minyak goreng swasta melalui BUMD pangan sebagai mitra penyaluran MinyaKita. Pemprov DKI juga berkolaborasi dengan Perum Bulog guna memperluas distribusi ke pasar rakyat dan kios-kios yang melayani kebutuhan masyarakat.
Selain itu, pemerintah daerah memberikan pendampingan kepada pedagang pasar dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha (NIB) agar dapat menjadi mitra resmi Bulog dalam penyaluran MinyaKita.
"Kami juga berkolaborasi dengan Perum Bulog dalam memperluas penyaluran MinyaKita di pasar-pasar rakyat. Kami turut memberikan pendampingan kepada para pedagang pasar dalam pengurusan Nomor Induk Berusaha agar dapat menjadi mitra Bulog," ujar Ratu.
Berdasarkan hasil pemantauan terbaru, harga minyak goreng curah di Jakarta masih bervariasi antarwilayah dan pasar. Jakarta Selatan tercatat memiliki rata-rata harga tertinggi, sedangkan Jakarta Utara menjadi wilayah dengan harga rata-rata terendah.
Harga tertinggi minyak goreng curah tercatat mencapai Rp23 ribu per kilogram di sejumlah pasar, sementara harga terendah berada di kisaran Rp15.500 per kilogram. Perbedaan harga tersebut menunjukkan masih adanya disparitas harga antarwilayah dan antarpasar di Jakarta.
Meski demikian, Pemprov DKI memastikan pengawasan terhadap distribusi dan harga akan terus dilakukan untuk menjaga keterjangkauan harga serta ketersediaan pasokan bagi masyarakat.

1 hour ago
5

















































