REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG - Pemprov Jabar menggelontorkan belanja langsung Rp 45 miliar untuk warga terdampak penutupan tambang sementara di wilayah Kabupaten Bogor. Total warga yang terdampak diperkirakan mencapai 18.231 kepala keluarga dari tiga kecamatan yaitu Kecamatan Rumpin, Parung Panjang, dan Cigudeg.
Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Jawa Barat Ade Afriandi mengatakan, sebanyak 2.938 kepala keluarga di tiga kecamatan di Bogor terdampak penutupan tambang sementara telah mendapatkan bantuan tahun 2025 menggunakan dana belanja tidak terduga (BTT). Bantuan dana disalurkan dua tahap yaitu tahap pertama 928 kepala keluarga di 5 desa di Kecamatan Parung Panjang.
Sedangkan tahap kedua, sebanyak 2010 kepala keluarga di Kecamatan Cigudeg dan Rumpin. Setelah itu, usulan baru muncul yaitu sebanyak 9.077 kepala keluarga terdampak yang tengah dilakukan verifikasi.
"Kita baru mendapatkan data yang valid 6216 kepala keluarga ini kan posisinya di akhir tahun anggaran dan juga kecukupan anggaran tidak memadai untuk 6216 sehingga ditunda ke tahun 2026," ucap dia, Rabu (21/1/2026).
Pada tahun 2026, Ade mengatakan anggaran yang hendak digunakan yaitu dari belanja tidak terduga (BTT). Namun, seiring perkembangan tidak dapat lagi menggunakan BTT dan berubah menjadi belanja langsung.
"Nilainya tidak berubah tetap satu keluarga itu mendapatkan Rp 3 juta," kata dia.
Ia mengaku sudah rapat dengan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Jabar dan Inspektorat untuk mengalihkan dana yang akan digunakan dari BTT ke belanja langsung.
Ade mengatakan bantuan tahap ke tiga sebanyak 6216 kepala keluarga sedangkan usulan tahap keempat mencapai 9.077. Selanjutnya, pihaknya akan mengadakan pengarahan kepada camat, kepala desa hingga ketua RW dan RT tentang bantuan belanja langsung ini yang memerlukan pertanggungjawaban.
"Karena menjadi belanja langsung sehingga harus ada yang dipertanggungjawabkan artinya ada timbal balik dalam bentuk mendorong kembali semangat gotong royong gitu loh dalam konteks pemberdayaan masyarakat desa," ungkap dia.
Ia menyebut bantuan dana terhadap 6216 kepala keluarga akan dilakukan bertahap di Kecamatan Cigudeg dan Rumpin. Sedangkan untuk usulan 9077 kepala keluarga masih dalam proses verifikasi yang sudah mencapai 47 persen.
"Jadi sekitar 18.231 ya, kepala keluarga. Itu dari 3 kecamatan di 24 desa, kalau dilihat jumlah penduduknya ya memang 320 ribu ya," ungkap Ade.
Ia menyebut mereka yang diberikan bantuan adalah warga yang bekerja di luar tambang. Akibat penutupan tambang sementara menyebabkan mereka tidak bekerja.
"Alokasi yang sudah disiapkan oleh BPKAD Rp 45 miliar," kata dia.

2 hours ago
3














































