REPUBLIKA.CO.ID, SEMARANG -- Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Tengah (Jateng) akan menyusun kajian pembangunan kawasan industri baru di Kabupaten Kebumen. Saat ini Jateng telah memiliki delapan kawasan industri, termasuk Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Kendal dan Batang.
Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) Provinsi Jawa Tengah, Sakina Rosellasari, mengungkapkan, Pemkab Kebumen telah mengajukan Investment Project Ready to Offer (IPRO) atau proyek investasi yang siap ditawarkan untuk kawasan industri. "Sehingga kami tahun ini akan menyusun kajian untuk kawasan industri di Kebumen," ujar Sakina ketika diwawancara, Kamis (22/1/2026).
Dia menerangkan, pembentukan kawasan industri harus berawal dari kawasan peruntukan industri (KPI). "Berawal dari KPI, kemudian disusun menjadi IPRO atau proyek investasi yang siap ditawarkan. Kami menawarkan kepada calon investor. Jika ada yang tertarik, selanjutnya ada proses pembangunan," ucapnya.
Sakina menerangkan, realisasi investasi di Jateng sepanjang 2025 mencapai Rp88,50 triliun. Angka tersebut merupakan yang tertinggi yang pernah tercatat. Sementara itu realisasi investasi di Jateng pada 2024 adalah Rp68,67 triliun. Jika dibandingkan pada 2025, terdapat peningkatan Rp19,83 triliun atau 28,88 persen.
Berdasarkan data DPMPTSP Jateng, dari total realisasi investasi di Jateng pada 2025, Rp50,86 triliun di antaranya merupakan penanaman modal asing (PMA). Sementara Rp37,64 triliun lainnya adalah penanaman modal dalam negeri (PMDN).
Kabupaten Kendal menjadi wilayah dengan nilai PMA dan PMDN tertinggi di Jateng pada 2025, yakni sebesar Rp15,86 triliun. Menurut Sakina, Kendal diminati investor karena memiliki KEK Kendal. Dia menyebut, mekanisme investasi di KEK memang relatif lebih mudah.
Sakina mengungkapkan, realisasi investasi di Jateng masih didominasi oleh PMA. Dia menyebut, investor asing memang lebih tertarik untuk berinvestasi di kawasan industri atau KEK.
"Salah satu fasilitasnya lengkap, lokasinya sangat strategis, adalah Kawasan Ekonomi Khusus Kendal. Jadi Kendal memang tertinggi untuk realisasi investasi," ucapnya.
Di bawah Kendal, daerah dengan realisasi investasi tertinggi di Jateng pada 2025 adalah Kota Semarang, yakni sebesar Rp11,15 triliun. Kota Semarang diketahui memiliki Kawasan Industri Wijayakusuma, Kawasan Industri Terboyo, Kawasan Industri Candi, dan Tanjung Emas Export Processing Zone.
Sakina belum mengetahui apakan akan ada KEK baru di Jateng. Jika ada, KEK baru kemungkinan merupakan pengembangan dari kawasan industri yang telah eksis.

2 hours ago
2














































