Penculik Bayi 2 Bulan di Tasikmalaya Ditangkap, Korban Dibawa Kabur Sampai Cianjur

3 hours ago 3

Ilustrasi penculikan bayi.

REPUBLIKA.CO.ID, CIANJUR -- Kepolisian Resor Tasikmalaya menangkap pelaku penculikan bayi dua bulan. Pelaku membawa kabur bayi tersebut ke Kabupaten Cianjur, Jawa Barat. Pelaku pun ditangkap untuk menjalani proses hukum lebih lanjut.

"Pelakunya kami amankan di Cianjur," kata Plt Kepala Satuan Reserse Kriminal Polres Tasikmalaya Ipda Agus Yusup Suryana kepada wartawan di Tasikmalaya, Sabtu (7/2/2026).

Ia menuturkan, kepolisian mendapat laporan dari ibu bayi tersebut berinisial WR (41 tahun) anaknya dibawa kabur seorang pria yang diketahui bernama WD (41) saat berada di Masjid Agung Singaparna, Kabupaten Tasikmalaya, Jumat (6/2). Adanya laporan itu, kata Agus, jajarannya langsung membentuk tim untuk melakukan penyelidikan dan mengejar pelakunya yang akhirnya dapat diketahui keberadaan pelaku di luar kabupaten yakni daerah Cianjur.

"Kami berhasil mengungkap terduga pelaku culik bayi kurang dari 24 jam pascapelaporan," katanya.

Kepala Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Tasikmalaya Aiptu Josner Ringgo menambahkan, tim berhasil mendeteksi keberadaan pelaku yang berada di luar kota di Kecamatan Karangtengah, Kabupaten Cianjur atau berjarak seratusan kilometer dari Tasikmalaya. Tim khusus tersebut kemudian mengamankan bayi yang diculiknya dengan keadaan sehat dan selamat berada di rumah kontrakan kakak kandung pelaku.

"Kami bergerak malam tadi. Kami mengetahui titik terduga pelaku di luar kota dan langsung bergerak. Untuk bayinya sehat dan selamat," katanya.

Selanjutnya pelaku masih menjalani pemeriksaan hukum di Markas Polres Tasikmalaya untuk dilakukan pendalaman terkait motif menculik bayi berusia dua bulan dari ibunya yang sempat dikenali pelaku di media sosial.

Sebelumnya, ibu korban warga Kecamatan Leuwisari, Tasikmalaya, dan pelaku sudah saling kenal di media sosial, dan beberapa kali bertemu di Tasikmalaya. Pada Jumat (6/2) korban dan pelaku kembali bertemu di area Masjid Agung Singaparna.

Ibu korban awalnya tidak curiga terhadap lelaki yang sudah dikenalnya itu, tapi tiba-tiba merebut bayi kemudian melakukan pengancaman akan melukai anaknya jika berteriak. Pelaku kemudian membawa bayi tersebut menggunakan bus umum, sementara ibu korban tidak berdaya karena takut terhadap keselamatan bayinya yang akan dilempar apabila melawan. Akhirnya korban pasrah, kemudian melaporkan kejadian tersebut ke polisi, selanjutnya tim dari Polres Tasikmalaya bergerak cepat melakukan pengejaran terhadap pelaku.

sumber : Antara

Read Entire Article
Politics | | | |