Sopir Ambulans di Bandung Barat Diduga Dipukul Ketika Sedang Bawa Pasien, Begini Kronologisnya

2 hours ago 2

Ilustrasi pemukulan. Sopir ambulans di Bandung dipukuli orang.

REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Seorang sopir ambulans berinisial AW (53 tahun) diduga menjadi korban penganiayaan seorang pengendara di Jalan Raya Cirawa-Nyalindung tepatnya di Kampung Cilimus RT 02/15, Desa Cirawamekar, Kecamatan Cipatat Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat. 

Peristiwa itu terjadi pada Sabtu (7/2/2026) sekitar pukul 13.30 WIB ketika korban sedang membawa pasien menuju RSUD Cikalongwetan. Kasus dugaan penganiayaan itu sedang ditangani Polsek Cipatat usai sopir ambulans tersebut membuat laporan.

"Betul kami sudah terima laporan dugaan tindak pidana penganiayaan dengan korban seorang sopir ambulans," kata Kapolsek Cipatat, Kompol Iwaan Setiawan saat dikonfirmasi, Ahad (8/2/2026).

Polisi sudah meminta keterangaan dari pihak korban dan saksi yang mengetahui kejadian dugaan penganiayaan tersebut. Kronologisnya, peristiwa itu bermula ketika sopir ambulans Desa Ciramakekar itu sedang membawa pasien dalam keadaan sakit menuju RSUD Cikalongwetan melewati jalan sempit dan berliku.

Kemudian di tempat kejadian perkara (TKP), ambulans yang dikemudikan korban berpapasan dengan mobil terduga pelaku. Namun diduga pengendara minibus tersebut tidak mau mengalah meskipun sopir ambulans sudah memberikan tanda sedang membawa pasien yang membutuhkan pertolongan medis sesegera mungkin. 

"Diduga terlapor tidak mau mengalah atau memberi jalan serta terlihat emosi kemudian pelapor berusaha menunjukan bahwa sedang dalam keadaan darurat membawa pasien dengan cara membuka pintu bagian belakang agar pasien di lihat oleh terlapor," terang dia.

Namun tiba-tiba terlapor diduga melakukan penganiayaan terhadap korban dengan cara memukul menggunakan tangan kosong pada bagian bibir dan menyikut pada bagian dada korban. Akibatnya korban mengalami rasa sakit ringan dan sedikit sesak pada saat bernafas.

"Setelah itu korban melaporkan kejadian yang dialaminya tersebut ke kantor Polsek Cipatat guna penanganan lebih lanjut. Tidak ditemukan benda tajam atau tumpul pada saat terjadinya penganiayaan. Korban sudah mendapatkan penanganan medis serta telah dilakukan visum," ujar Iwan.

Pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan pengaiayaan yang dialami sopir ambulans tersebut. Polisi sudah mengetahui identitas terduga pelaku dan sudah dilakukan pemanggilan untuk menggali motifnya melakukan tindakan tersebut. 

"Sudah ada komunikasi dengan keluarga (terduga pelaku), dia ketakutan karena sudah viral. Keluarga siap kooperatif untuk menghadirkannya. Motifnya nanti setelah terlapor diperiksa," ucap dia.

Read Entire Article
Politics | | | |