REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG BARAT -- Polisi mengamankan dua pelaku yang terlibat keributan ormas di sebuah kafe dan karaoke di Jalan Tangkuban Perahu, RT 02/04, Desa Cibogo, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat (KBB), Jawa Barat yang berujung tewasnya seorang anggota ormas berinisial AM (49) pada Selasa (20/1/2026) sekitar pukul 18.30 WIB.
"Dalam kurun waktu 1×24 jam sudah ada dua pelaku yang kami amankan yang diduga terlibat aksi pengeroyokan tersebut," kata Kapolres Cimahi, AKBP Niko Nurallah Adi Putra di Mapolres Cimahi, Kamis (22/1/2026.
Polisi sudah membentuk tim khusus memburu para pelaku pengeroyokan yang diduga masih sesama anggota ormas. Masih ada sejumlah pelaku lainnya yang hingga kini masih diburu polisi.
"Ada beberapa pelaku yang masih kami lakukan pengejaran," ucap Niko.
Niko mengatakan pihaknya masih mendalami terkait motif di balik aksi pengeroyokan tersebut. Pihaknya saat ini fokus pada mengondusifkan Lembang pascakejadian tersebut. Selain menyebabkan korban meninggal dunia, seorang anggota ormas lainnya harus mendapat perawatan.
"Itu (penyebabnya) masih kami dalami ya, kami masih dalami karena ada korban juga masih kami mintakan keterangan. Tapi yang pasti memang ada luka terhadap si korban. Terkait dengan motif maupun hal-hal lain nanti akan kami sampaikan lebih rinci lagi pada saat rilis yang akan datang," kata Niko.
Usai keributan itu, polisi langsung mengumpulkan sejumlah kelompok ormas yang diduga terlibat keributan tersebut. Mereka sepakat untuk sama-sama menjaga kondusifitas usai kejadian tersebut.
"Perlu kami sampaikan juga bahwa hari ini beberapa rekan kita dari ormas yang terlibat kejadian di Lembang hadir di Polres Cimahi. Intinya, kita sepakati untuk menjaga kondusivitas yang ada dan bisa memastikan bahwa situasi di Lembang tidak ada permasalahan, tidak mencekam dan tidak ada kejadian setelah itu," ujar Niko.
Namun untuk proses hukum terhadap para terduga pelaku pengeroyokan tersebut akan tetap dilakukan pihak kepolisian. Polisi sudah membentuk tim khusus memburu para pelaku pengeroyokan yang diduga masih sesama anggota ormas
Niko mengatakan pihaknya masih mendalami terkait motif di balik aksi pengeroyokan tersebut. Pihaknya saat ini fokus pada mengondusifkan Lembang pascakejadian tersebut. Selain menyebabkan korban meninggal dunia, seorang anggota ormas lainnya harus mendapat perawatan.
"Itu (penyebabnya) masih kami dalami ya, kami masih dalami karena ada korban juga masih kami mintakan keterangan. Tapi yang pasti memang ada luka terhadap si korban. Terkait dengan motif maupun hal-hal lain nanti akan kami sampaikan lebih rinci lagi pada saat rilis yang akan datang," kata Niko.
Perwakilan ormas yang terlibat bentrok, Wisnu, mengatakan pihaknya menyerahkan sepenuhnya penanganan pengeroyokan itu ke kepolisian kendati pelakunya merupakan anggota ormas yang dipimpinnya. Pihaknya berkomitmen untuk bersama-sama menjaga kondusifitas di wilayah hukum Polres Cimahi.
"Kami memohon maaf dan menyampaikan belasungkawa. Kami memastikan akan membina anggota lainnya, dan menyerahkan kasus ini ke kepolisian," kata Wisnu.
Hal senada disampaikan pentolan ormas lain yang terlibat keributan di Lembang, Rudi Irianto. Ia menyerahkan sepenuhnya penanganan kasus tersebut ke kepolisias pascatewasnya seorang rekannya.
"Kami serahkan sepenuhnya ke kepolisian, kami pastikan tidak akan ada aksi lanjutan dari anggota kami di Bandung Barat dan sepakat menjaga kondusifitas," kata Rudi. (N-Ferry Bangkit Rizki)
Foto: Perwakilan Sejumlah Ormas Bersama Polisi Berkomitmen Menjaga Kondusifitas Usai Timbulnya Keributan yang Menyebabkan Seorang Meninggak Dunia di Lembang, KBB. (Dok/Ferry Bangkit Rizki)
-
Kamis , 22 Jan 2026, 18:19 WIB
Legislator PKB Soroti BUMD tak Sehat
-
-
Kamis , 22 Jan 2026, 18:17 WIB
Polisi Amankan Dua Pelaku Usai Keributan yang Berujung Tewasnya Anggota Ormas di Bandung Barat
-
Kamis , 22 Jan 2026, 15:20 WIB
Bandung Barat Mencekam, Dua Ormas Bentrok Tewaskan 1 Orang, Polisi Bergerak
-
Kamis , 22 Jan 2026, 14:41 WIB
KDM Usulkan Warga Terdampak Banjir Direlokasi dan Cekungan di Karangligar Karawang Dibuat Danau
-
Kamis , 22 Jan 2026, 14:32 WIB
Nagara Institute Bersama AFU Bedah Tantangan Investasi Danantara dan Ekonomi Daerah
-

2 hours ago
2















































