loading...
Presiden Prabowo Subianto tidak memberikan arahan khusus terkait gejolak politik di Venezuela dalam Retret Kabinet Merah Putih di Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Foto/Tangkapan layar YouTube Sekretariat Presiden
BOGOR - Presiden Prabowo Subianto tidak memberikan arahan khusus terkait gejolak politik di Venezuela dalam Retret Kabinet Merah Putih di Desa Bojongkoneng, Hambalang, Bogor, Jawa Barat, Selasa (6/1/2026). Hal itu disampaikan Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi .
Prasetyo menjelaskan bahwa isu Venezuela hanya disinggung secara umum dalam konteks dinamika global dan tidak menjadi pembahasan utama dalam retret. "Beliau hanya memberikan gambaran saja secara umum," ujar Prasetyo saat menjawab pertanyaan awak media di sela-sela retret.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi. Foto/Binti Mufarida
Sementara, terkait sikap Indonesia atas situasi politik di Venezuela, Prasetyo menegaskan pemerintah telah menyampaikan sikap melalui Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono. Menurutnya, posisi Indonesia konsisten menghormati kedaulatan masing-masing negara. "Kan sudah disampaikan juga oleh Pak Menlu," katanya.
Baca Juga: 20 Persen Rakyat Venezuela Masih Dukung Maduro, AS Sulit Kelola Venezuela
Prasetyo menambahkan bahwa Presiden Prabowo meminta jajaran kabinet tetap memfokuskan perhatian pada agenda dan kepentingan domestik. "Kita lebih baik konsentrasi di dalam. Sudah disampaikan oleh Pak Menlu bahwa itu menjadi urusan masing-masing negara," pungkasnya.
Penangkapan Nicolas Maduro Preseden Berbahaya
Terpisah, Direktur Pascasarjana Hubungan Internasional Universitas Paramadina Ahmad Khoirul Umam menilai bahwa serangan militer Amerika Serikat ke Venezuela dan penangkapan Presiden Nicolás Maduro sebagai preseden berbahaya yang menegaskan kerapuhan hukum internasional ketika berhadapan dengan politik kekuatan dan kepentingan energi global.















































