Foto ilustrasi: Pembeli melakukan transaksi QRIS di salah satu stan tempat makan di Gelaran ISEF 2025 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (9/10/2025).
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA – Bank Indonesia (BI) terus melakukan ekspansi implementasi quick response code Indonesian standard (QRIS) cross border ke berbagai negara. Dalam waktu dekat, BI menargetkan kerja sama QRIS cross border dengan China dan Korea Selatan dapat mulai diimplementasikan sebelum April 2026.
“Mudah-mudahan pada kuartal I kita sudah bisa mengimplementasikan QRIS cross border dengan China dan juga Korea Selatan,” ujar Deputi Gubernur BI Filianingsih Hendarta dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) Januari 2026 yang digelar secara daring, Rabu (21/1/2026).
Kerja sama implementasi QRIS cross border dengan China dan Korea Selatan tersebut menyusul kerja sama yang sebelumnya telah terbangun dengan sejumlah negara, seperti Singapura, Thailand, Malaysia, dan Jepang. BI memastikan akan terus memperluas implementasi QRIS cross border ke negara lainnya.
“Kami juga sedang melakukan diskusi intensif dengan India, dan ke depan kemungkinan dengan beberapa negara lain,” ujar Filianingsih.
BI mencatat penggunaan QRIS mengalami pertumbuhan pesat sejak diluncurkan pada 2019 untuk memfasilitasi transaksi pembayaran. Tidak hanya di dalam negeri, QRIS juga diekspansi agar dapat digunakan di luar negeri melalui kerja sama QRIS cross border.
Pertumbuhan transaksi QRIS terus meningkat signifikan. Pada kuartal IV 2025, transaksi QRIS tumbuh sebesar 139,99 persen secara tahunan (year on year/yoy). BI menargetkan transaksi QRIS akan terus meningkat pada tahun ini.
“Pada 2026, kami menargetkan 17 miliar transaksi QRIS serta implementasi cross border di delapan negara. Dari sisi pasokan, targetnya 45 juta merchant penerima QRIS, dan dari sisi permintaan ditargetkan 60 juta pengguna QRIS,” ujar Filianingsih.

2 hours ago
2














































