Rayakan HUT RI ke-81, Gedung FIB UGM Garapan Waskita Karya Diresmikan

6 hours ago 20

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Bertepatan dengan Hari Ulang Tahun Republik Indonesia (HUT RI) ke-81, Gedung Siti Baroroh Baried Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada (FIB UGM) di Yogyakarta yang dikerjakan PT Waskita Karya (Persero) Tbk turut diresmikan. Proyek bernilai sekitar Rp 131 miliar tersebut telah dirampungkan pada awal Agustus.

Peresmian dilakukan langsung oleh Rektor UGM Prof. Ova Emilia, didampingi Direktur Operasi II Waskita Karya Paulus Budi Kartiko. Hadir pula segenap pimpinan universitas, guru besar, serta sivitas akademika UGM.

Dalam sambutannya, Ova mengatakan keberadaan gedung baru ini perlu diiringi pemanfaatan fasilitas secara optimal. Ia pun menjelaskan pentingnya menjaga kebersihan, keamanan, dan kenyamanan lingkungan, termasuk mempertahankan ketersediaan Ruang Terbuka Hijau (RTH).

“RTH adalah aset bagi kelangsungan ekologi, kesehatan lingkungan, dan kualitas hidup masyarakat sehingga tercipta ruang akademik yang sehat dan kondusif bagi proses pembelajaran,” ujar dia.

Sejalan dengan harapan itu, Paulus menyatakan Waskita Karya juga berupaya menciptakan RTH di lingkungan kampus FIB UGM. Hal itu terlihat dari posisi gedung yang dikelilingi beragam pepohonan.

“Area hijau tidak hanya membuat tampilan gedung lebih indah dan asri, tetapi juga mendukung kualitas udara yang lebih baik sekaligus menjadi bagian dari upaya melestarikan alam. Diharapkan seluruh bagian dari Gedung C FIB UGM dapat mendorong berbagai kegiatan perkuliahan,” kata Paulus dalam keterangan resmi, Kamis (20/8/2026).

Bangunan di depan Jalan Nusantara ini terdiri atas delapan lantai yang diperuntukkan sebagai Laboratorium Bahasa dan Pusat Pengembangan Riset Humaniora. Bangunan tersebut dilengkapi ruang pameran, auditorium, amphitheater, co-working space, perpustakaan, musala, dan ruang kelas.

Sementara itu, konsep desainnya mengusung padepokan berkarakter budaya Nusantara yang diwujudkan melalui gerbang Candi Bentar Majapahit. Material bata berwarna merah pun digunakan untuk menunjukkan identitas fakultas tersebut.

“Bangunan juga menggunakan konsep green building. Salah satunya dengan pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya di area atap,” jelasnya.

Paulus yakin Gedung Siti Baroroh Baried FIB UGM akan menjadi fasilitas yang mendorong pengembangan riset dan kegiatan akademik pada bidang humaniora, mencakup sejarah, linguistik, sastra, arkeologi, antropologi, hingga kajian pariwisata. Keberadaan sarana pendidikan ini merupakan salah satu kontribusi perseroan dalam pengembangan pendidikan dan keilmuan di Tanah Air.

“Memasuki usia Indonesia ke-81, Waskita Karya sebagai BUMN konstruksi yang telah berpengalaman lebih dari 65 tahun menegaskan komitmennya untuk terus berkontribusi dalam pembangunan bangsa. Menjelang bonus demografi pada 2045 mendatang, kami menyadari pentingnya peningkatan sarana dan fasilitas pendidikan di berbagai tingkatan guna mencetak para pemimpin di masa depan,” tutur dia.

Perlu diketahui, sebelumnya Waskita telah menyelesaikan pembangunan gedung pertemuan serbaguna ikonik milik UGM, yakni Grha Sabha Pramana (GSP) dan Gedung Inovasi dan Kreativitas (GIK) UGM. Sejumlah kampus besar turut dikerjakan oleh perseroan, di antaranya Gedung Fakultas Ilmu Kesehatan dan Perpustakaan Universitas Indonesia (UI), serta Universitas Islam Internasional Indonesia (UIII) di Jawa Barat.

Kemudian, perseroan juga terlibat dalam pembangunan Politeknik Negeri Media Kreatif di Jakarta, Universitas Negeri Yogyakarta (UNY), Gedung Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya (PPNS), serta Politeknik Negeri Malang (PNM) di Jawa Timur. Ada pula Gedung Kuliah Terpadu UIN Sunan Gunung Djati Bandung di Jawa Barat dan Menara Pinisi Universitas Negeri Makassar (UNM) di Sulawesi Selatan.

Read Entire Article
Politics | | | |