Rektor UMB: Pendidikan Harus Lahirkan Pemikir, Bukan Peniru

4 weeks ago 27

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pendidikan tinggi dinilai tidak cukup hanya menghasilkan lulusan yang menguasai materi akademik. Pendidikan harus melahirkan pemikir yang mampu menilai persoalan secara mandiri dan bertanggung jawab.

Pandangan tersebut ditegaskan Rektor Universitas Mercu Buana Andi Adriansyahdalam wisuda Diploma, Sarjana, Magister, Profesi, dan Doktor Tahun Akademik 2025/2026 yang digelar di ICE BSD pada Selasa (23/12/2025). Prinsip itu merujuk pada filosofi pendidikan pendiri UMB, almarhum Probosutedjo, yang menolak pendidikan berbasis hafalan semata.

Andi mengatakan, pendidikan seharusnya membentuk cara berpikir, bukan sekadar mereproduksi pengetahuan. “Universitas Mercu Buana lahir bukan dari kemewahan fasilitas, tetapi dari kegelisahan pendirinya terhadap arah pendidikan bangsa yang terlalu menekankan hafalan. Bapak Probosutedjo mengingatkan bahwa pendidikan harus melahirkan pemikir, bukan sekadar peniru,” ujar Andi dalam siaran pers, Rabu (24/12/2025).

Andi menjelaskan Probosutedjo mengibaratkan pendidikan sebagai proses penempaan baja yang menguat justru karena tekanan. Pendidikan, menurut Andi, harus membiasakan mahasiswa berhadapan dengan persoalan nyata, mengambil keputusan, dan mempertanggungjawabkan pilihannya.

Filosofi tersebut, kata Andi, sejalan dengan gagasan Ki Hajar Dewantara tentang pendidikan sebagai proses memerdekakan manusia. Pendidikan dipahami sebagai upaya membebaskan nalar dari ketakutan berpikir berbeda dan kecenderungan mengikuti arus.

Di tengah disrupsi digital yang ditandai kecerdasan buatan dan otomasi, Andi menilai pendekatan ini semakin relevan. Dunia kerja tidak lagi mencari lulusan yang paling banyak hafal teori, tetapi individu yang mampu belajar ulang, berpikir kritis, dan bersikap etis dalam situasi tidak pasti.

Atas dasar itu, kata dia, Universitas Mercu Buana menjadikan integritas, inovasi, dan harmoni sebagai nilai utama pengembangan institusi. Ketiga nilai tersebut diposisikan sebagai fondasi agar kecakapan berpikir tidak terlepas dari tanggung jawab sosial.

Dalam laporan capaian institusi kepada LLDIKTI Wilayah III, Andi menyebut UMB mencatat jumlah hibah penelitian dan pengabdian kepada masyarakat terbanyak di wilayah tersebut sepanjang 2024. UMB juga kembali ditetapkan sebagai perguruan tinggi dengan status Klaster Mandiri dan masuk jajaran tiga besar perguruan tinggi swasta di Jakarta.

Prestasi akademik itu diperkuat dengan pengukuhan dua guru besar baru, yakni Prof. Dr. Nurhayani Saragih, M.Si. dari Fakultas Ilmu Komunikasi dan Prof. Dr. Augustina Kurniasih, M.E. dari Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Bagi UMB, capaian tersebut dipandang sebagai hasil dari pendidikan yang menempatkan pembentukan cara berpikir sebagai tujuan utama.

Read Entire Article
Politics | | | |