Oleh: Instianti Elyana, Kaprodi Manajemen Universitas Nusa Mandiri
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA -- Transformasi digital telah mengubah secara fundamental cara dunia usaha beroperasi dan bagaimana sumber daya manusia (SDM) dinilai.
Di tengah arus otomatisasi, kecerdasan buatan, dan ekonomi berbasis data, lulusan perguruan tinggi tidak lagi cukup hanya menguasai teori manajemen konvensional. Mereka dituntut adaptif, melek teknologi, dan mampu mengambil keputusan berbasis data. Inilah tantangan besar pendidikan tinggi hari ini.
Sebagai Kampus Digital Bisnis, Universitas Nusa Mandiri (UNM) memandang perubahan ini bukan sebagai ancaman, melainkan peluang untuk melahirkan lulusan manajemen yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Program Studi Manajemen UNM merancang kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE) yang mengintegrasikan ilmu manajemen dengan teknologi digital, analisis data, serta pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pengambilan keputusan bisnis.
Mahasiswa tidak hanya mempelajari pemasaran, keuangan, dan SDM dalam konteks klasik, juga dibekali kompetensi digital marketing, business analytics, kewirausahaan berbasis teknologi, serta pengelolaan sistem informasi bisnis.
Pendekatan pembelajaran diarahkan pada pemecahan masalah nyata melalui project-based learning, studi kasus industri, dan pemanfaatan platform digital, sehingga mahasiswa terbiasa berpikir strategis dalam lingkungan bisnis yang dinamis.
Selain penguatan akademik, Prodi Manajemen UNM juga menempatkan soft skills dan karakter profesional sebagai pilar utama.
Di era digital, kemampuan komunikasi, kepemimpinan, kolaborasi, dan etika kerja menjadi pembeda utama di pasar tenaga kerja. Teknologi dapat mempercepat proses, tetapi kualitas manusia tetap menjadi faktor penentu keberhasilan organisasi.
UNM sebagai Kampus Digital Bisnis juga aktif membangun jejaring dengan dunia usaha dan dunia industri.
Melalui program magang, kuliah praktisi, dan kerja sama industri, mahasiswa mendapatkan eksposur langsung terhadap praktik bisnis terkini, termasuk di sektor perbankan, UMKM digital, hingga startup teknologi. Hal ini membuat lulusan tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap menciptakan peluang kerja.
Lebih dari itu, mahasiswa Prodi Manajemen UNM didorong menjadi pelaku wirausaha digital, bukan sekadar pencari kerja. Melalui pembinaan ide bisnis, inkubasi startup, dan pemanfaatan platform digital, kampus berperan sebagai ekosistem yang menumbuhkan inovasi dan keberanian berwirausaha.
Dengan strategi yang terintegrasi antara kurikulum adaptif, teknologi, industri, dan penguatan karakter, UNM optimistis mampu menghadirkan lulusan manajemen yang kompetitif, berdaya saing tinggi, dan relevan dengan kebutuhan ekonomi digital Indonesia.
Di tengah disrupsi global, UNM tidak hanya mencetak sarjana, juga membentuk talenta bisnis digital masa depan.

1 hour ago
3















































