REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — SAE Indonesia menggelar pameran tugas akhir bertajuk THE CONTINUUM: The Creative Evolution in Motion di Kampus SAE Indonesia, Pejaten, Jakarta Selatan. Kegiatan ini berlangsung pada 29 Juli hingga 2 Agustus 2026 dan menjadi ajang pertemuan mahasiswa dengan pelaku industri kreatif.
Sebanyak 48 mahasiswa menampilkan 25 proyek akhir dari program Film Production, Audio Production, 3D Animation & Visual Effects, serta Creative & Entertainment Business. Seluruh karya menjadi hasil akhir proses pembelajaran yang telah ditempuh selama masa studi.
Pameran ini tidak hanya menjadi ruang apresiasi karya mahasiswa. SAE Indonesia juga menghadirkannya sebagai wadah yang mempertemukan talenta kreatif baru dengan studio, production house, agensi, komunitas, media, hingga calon mitra kolaborasi.
“THE CONTINUUM bukan sekadar pameran akhir studi, tetapi juga ruang transisi bagi mahasiswa menuju dunia profesional," kata Exhibition Coordinator THE CONTINUUM, Emenk, Selasa (28/7/2026).
Pembukaan resmi THE CONTINUUM dilaksanakan pada Selasa (28/7/2026). Acara tersebut dihadiri pelaku industri kreatif, media, alumni, mitra industri, dosen, dan sivitas akademika SAE Indonesia.
Mulai 29 Juli hingga 2 Agustus 2026, pameran dibuka untuk masyarakat umum setiap pukul 11.00 hingga 18.00 WIB. Pengunjung dapat menikmati berbagai karya sekaligus berinteraksi langsung dengan para kreatornya.
Selama lima hari penyelenggaraan, SAE Indonesia menghadirkan beragam kegiatan pendukung. Agenda tersebut meliputi pemutaran film dan animasi, instalasi audio interaktif, workshop industri, hingga sesi berbagi pengalaman bersama mahasiswa.
Tema THE CONTINUUM menjadi kelanjutan narasi kreatif yang telah dibangun SAE Indonesia dalam empat tahun terakhir. Sebelumnya, kampus ini mengusung tema The Emergence pada 2023, The Opportune pada 2024, dan The Resonance pada 2025.
Melalui tema tahun ini, SAE Indonesia ingin menegaskan bahwa kreativitas merupakan proses yang terus berkembang. Perjalanan seorang kreator dinilai tidak berhenti setelah menyelesaikan pendidikan atau menghasilkan sebuah karya.
Emenk, mengatakan pameran tersebut menjadi ruang transisi mahasiswa menuju dunia profesional. Menurutnya, pelaku industri diharapkan dapat melihat potensi kreator di balik setiap proyek yang dipamerkan.
“Kami berharap the exhibitor akan terinspirasi terus untuk berkarya dan para pelaku industri yang hadir bisa melihat potensi para kreator di baliknya," kata Emenk.
Filosofi itu juga diterjemahkan melalui identitas visual THE CONTINUUM yang menggunakan elemen bola tiga dimensi yang terus bergerak. Visual tersebut melambangkan perjalanan kreatif yang dinamis dan proses berkarya yang terus berlanjut.
Beragam karya inovatif ditampilkan dalam pameran ini, mulai dari film animasi hingga teknologi audio imersif. Salah satunya adalah film animasi 3D Sky & Soul: Echoes of Eternity yang mengangkat kisah dua robot di tengah gurun pascaperadaban dengan tema harapan dan persahabatan.
Mahasiswa Audio Production juga memperkenalkan Interactive Audiovisual Installation yang menggabungkan TouchDesigner, L-ISA Immersive Sound, dan Ableton Live, serta Audio Reactive Lighting System yang menghubungkan sinyal audio dengan sistem pencahayaan secara real time.
Sementara itu, mahasiswa Creative & Entertainment Business menghadirkan proyek Multysensory, sedangkan mahasiswa Film Production menayangkan film pendek Happiest Day, Yang Benar di Jalan, The Last Supper, dan Ripple.
Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, SAE Indonesia akan menggelar Open Day pada 1 Agustus 2026 untuk siswa SMA/SMK, calon mahasiswa, dan keluarga.
Kegiatan tersebut mencakup tur kampus, seminar, pengenalan program studi, serta konsultasi pendaftaran sebagai upaya memperkenalkan lingkungan belajar sekaligus membuka peluang kolaborasi dan pengembangan karier di industri kreatif.
"Di saat yang sama, melalui Open Day, calon mahasiswa juga dapat mengenal lebih dekat lingkungan dan proses pembelajaran di SAE Indonesia,” kata Emenk.

55 minutes ago
3













































