Satpol PP Ponorogo perketat patroli selama Grebeg Suro 2026.
REPUBLIKA.CO.ID, PONOROGO, – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur, memperketat patroli di sejumlah titik selama pelaksanaan Grebeg Suro 2026. Langkah ini diambil untuk menjaga ketertiban umum dan mengantisipasi munculnya gelandangan, pengemis, dan pengamen (gepeng) yang kerap memanfaatkan keramaian acara budaya tahunan tersebut.
Kepala Bidang Ketertiban Umum dan Ketenteraman Masyarakat Satpol PP Ponorogo, Subiyantoro, mengatakan dalam operasi tersebut pihaknya telah mengamankan seorang pengemis yang beraktivitas di kawasan perkotaan. "Yang bersangkutan sudah kami amankan dan selanjutnya diserahkan kepada Dinas Sosial PPPA untuk mendapatkan pembinaan lebih lanjut," katanya di Ponorogo, Jumat.
Penempatan Personel di Titik Strategis
Subiyantoro menjelaskan bahwa peningkatan patroli dilakukan sebagai langkah antisipasi. Pihaknya menempatkan personel di sejumlah pos pengamanan, sekaligus mengerahkan petugas secara mobile untuk melakukan patroli rutin di kawasan yang menjadi pusat kegiatan masyarakat.
"Sebagian personel kami siagakan di pos, sementara petugas lainnya melakukan patroli di lokasi yang dianggap rawan," ujarnya.
Selain mengawasi kawasan Alun-Alun Ponorogo, Satpol PP juga mendirikan pos pengamanan di Jalan HOS Cokroaminoto guna mendukung pengawasan selama rangkaian kegiatan berlangsung. Patroli turut diperluas hingga wilayah perbatasan Kabupaten Ponorogo untuk mengantisipasi masuknya gepeng dari luar daerah.
Sasaran Pengawasan di Persimpangan Jalan
Sejumlah persimpangan jalan dan lampu lalu lintas yang kerap menjadi lokasi aktivitas pengemis juga menjadi sasaran pengawasan petugas. Subiyantoro menegaskan bahwa patroli akan terus dilakukan setiap hari selama pelaksanaan Grebeg Suro.
"Setiap hari kami melakukan patroli, termasuk di sejumlah perempatan lampu lalu lintas yang sering dimanfaatkan untuk aktivitas mengemis," katanya.
Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Ponorogo berharap pelaksanaan Grebeg Suro 2026 dapat berlangsung tertib, aman, dan nyaman. Hal ini diharapkan mampu mendukung citra daerah sebagai destinasi wisata budaya yang menarik bagi wisatawan.
Konten ini diolah dengan bantuan AI.
sumber : antara

6 hours ago
10
















































