Selasa 20 Jan 2026 23:59 WIB
Jenazah korban dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Makassar untuk diidentifikasi.
Red: Edwin Dwi Putranto
Tim SAR gabungan menggotong kantong jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Desa Tompo Bulu, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Selasa (20/1/2026). Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu korban pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu (17/1) ke posko aju Tompo Bulu untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Makassar untuk diidentifikasi. (FOTO : ANTARA FOTO/Arnas Padda)
Tim SAR gabungan menggotong kantong jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 keluar dari mobil ambulans saat tiba di posko aju Tompo Bulu, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Selasa (20/1/2026). Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu korban pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu (17/1) ke posko aju Tompo Bulu untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Makassar untuk diidentifikasi. (FOTO : ANTARA FOTO/Arnas Padda)
Tim SAR gabungan menggotong kantong jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Desa Tompo Bulu, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Selasa (20/1/2026). Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu korban pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu (17/1) ke posko aju Tompo Bulu untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Makassar untuk diidentifikasi. (FOTO : ANTARA FOTO/Arnas Padda)
REPUBLIKA.CO.ID, SULSEL -- Tim SAR gabungan menggotong kantong jenazah korban kecelakaan pesawat ATR 42-500 di Desa Tompo Bulu, Kabupaten Pangkajene dan Kepulauan, Sulawesi Selatan, Selasa (20/1/2026).
Tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi satu korban pesawat ATR 42-500 yang hilang kontak pada Sabtu (17/1) ke posko aju Tompo Bulu untuk selanjutnya dibawa ke rumah sakit Bhayangkara Makassar untuk diidentifikasi.
sumber : Antara Foto
Berita Lainnya

2 hours ago
3













































