Suasana setelah bom Israel menghantam tenda-tenda pengungsian di lingkungan Al-Rimal, sebelah barat Kota Gaza, Sabtu (6/6/2026) malam.
REPUBLIKA.CO.ID, GAZA — Sedikitnya delapan warga Palestina syahid dan 15 lainnya terluka setelah serangan udara Israel menghantam tenda-tenda pengungsian di lingkungan Al-Rimal, sebelah barat Kota Gaza, Sabtu (6/6/2026) malam.
Jurnalis Gaza, Muhammad Rabah, melaporkan serangan tersebut menyasar lokasi penampungan warga terlantar di kawasan Al-Jawazat. Sebagian besar korban merupakan anak-anak yang mengungsi akibat agresi militer Israel yang terus berlangsung di Jalur Gaza.
Sumber-sumber lokal menyebutkan ledakan menghancurkan sejumlah tenda dan menyebabkan kerusakan besar di area pengungsian. Tim ambulans dan pertahanan sipil berupaya mengevakuasi korban serta melakukan pencarian di lokasi serangan.
Korban luka dilarikan ke Rumah Sakit Al-Shifa untuk mendapatkan perawatan medis. Hingga Sabtu malam, petugas penyelamat masih melanjutkan operasi evakuasi dan pencarian korban lainnya.
Serangan terbaru ini terjadi di tengah terus berlanjutnya operasi militer Israel di berbagai wilayah Jalur Gaza. Aksi tersebut juga menambah daftar panjang pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata yang sempat diumumkan sebelumnya.
Meski terdapat upaya internasional untuk menghentikan pertempuran dan membuka akses bantuan kemanusiaan, militer Israel tetap melancarkan serangan udara maupun operasi darat di berbagai kawasan Gaza.
Kementerian Kesehatan Palestina di Gaza menyatakan jumlah korban tewas akibat agresi Israel sejak 7 Oktober 2023 kini mencapai 72.961 orang, sementara 173.092 lainnya mengalami luka-luka. Sebagian besar korban merupakan warga sipil, termasuk perempuan dan anak-anak.
Lembaga-lembaga kemanusiaan internasional berulang kali memperingatkan bahwa serangan terhadap kamp-kamp pengungsian dan kawasan sipil memperburuk krisis kemanusiaan yang telah berlangsung lebih dari dua setengah tahun di wilayah tersebut. Ribuan keluarga Palestina masih hidup di tenda-tenda darurat setelah rumah mereka hancur akibat pemboman Israel.

2 hours ago
5

















































